Hayati Nupus
17 Mei 2019•Update: 17 Mei 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Wali kota New York City Bill de Blasio mengakhiri spekulasi berbulan-bulan pada Kamis ketika dia resmi mengumumkan pencalonannya sebagai penantang Demokrat untuk Presiden AS Donald Trump.
“Saya tahu, dari dulu Trump adalah pengganggu,” kata de Blasio dalam sebuah video. “Jangan mundur menghadapi pengganggu. Hadapi dia. Lawan dia."
De Blasio menjadi pemimpin kota terbesar Amerika sejak 2014, bahkan ketika popularitasnya di sayap kiri Partai Demokrat memudar selama masa jabatannya.
Dia melanjutkan serangannya terhadap presiden dalam penampilannya di acara televisi Good Morning America, mengadopsi strategi kesukaan presiden untuk memanggil lawannya dengan nama tidak menyenangkan dan menjuluki Trump "Con Don."
“Setiap orang New York tahu dia penipu, kata de Blasio, dia berusaha meyakinkan pekerja Amerika bahwa dia ada di pihak mereka. Itu sudah bohong sejak awal.”
Tanpa jeda, Trump dengan cepat membalas lewat Twitter, menyebut de Blasio “sebuah LELUCON, tapi jika kau suka pajak tinggi & kejahatan, dia orangmu,” dan menuduh de Blasio “walikota terburuk di AS”.
Sebuah jajak pendapat dari Universitas Quinnipiac baru-baru ini menunjukkan 76 persen pemilih kota berpikir de Blasio tak bisa melanjutkan rencananya, namun dia tak terpengaruh kicauan oposisi. Bagian dari jajak pendapat itu mengindikasikan sentimen di lima kota terlepas dari partai, jenis kelamin dan kelompok umur.
“Saya terpilih menjadi wali kota dengan 73 persen suara awal, dipilih kembali dengan 67 persen suara,” kata de Blasio ketika ditanya tentang jajak pendapat di Good Morning America.