Maria Elisa Hospita
10 Agustus 2020•Update: 11 Agustus 2020
Zehra Nur Duz, Ali Abo Rezeg
ANKARA
Menteri Kehakiman Lebanon mengundurkan diri di tengah meningkatnya kritik publik menyusul ledakan besar di Pelabuhan Beirut, Lebanon, pekan lalu.
Pengunduran diri Marie-Claude Najm terjadi sehari setelah Menteri Informasi Manal Abdel-Samad dan Menteri Lingkungan Damianos Kattar menyatakan mundur dari jabatan mereka.
Enam dari 128 anggota parlemen juga mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas ledakan itu.
Dua ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut pada Selasa pekan lalu setelah 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang di sana terbakar.
Guncangan akibat ledakan itu tercatat sebesar 3,5 SR.
Sedikitnya 158 orang tewas, sekitar 6.000 orang terluka, dan 300 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.
Lebanon tengah menghadapi krisis ekonomi sejak akhir tahun lalu. Selama dua hari berturut-turut, para demontran turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemerintah Lebanon.
*Ditulis oleh Zehra Nur Duz