Turki, Dunia

Turki sebut resolusi Prancis soal Nagorno-Karabakh 'konyol'

Seruan Senat Prancis terhadap Baku untuk menarik diri dari tanahnya sendiri adalah 'konyol, bias, jauh dari kenyataan,' kata Kemlu Turki

Muhammad Abdullah Azzam   | 27.11.2020
Turki sebut resolusi Prancis soal Nagorno-Karabakh 'konyol' Rakyat Azerbaijan berkumpul untuk merayakan kesepakatan yang dicapai untuk menghentikan perebutan wilayah Nagorno-Karabakh, di Ganja, Azerbaijan pada 10 November 2020. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengumumkan berakhirnya konflik antara Baku dan Yerevan dengan kesepakatan baru. ( Arif Hüdaverdi Yaman - Anadolu Agency )

Ankara

Merve Aydogan

ANKARA

Sebuah mosi dari Senat Prancis yang meminta Azerbaijan untuk menarik diri dari wilayah Karabakh Atas, yang telah dibebaskan Baku dari pendudukan, adalah hal yang "konyol, bias dan jauh dari kenyataan," kata otoritas Turki pada Kamis.

"Resolusi yang diadopsi kemarin oleh Senat Prancis tentang sengketa Karabakh Atas adalah kasus yang mengabaikan prinsip-prinsip paling dasar dalam hukum internasional, legitimasi dan kesetaraan demi kepentingan politik dalam negeri," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Turki juga menyatakan "sepenuhnya" keberatan dengan "tuduhan tidak berdasar yang diajukan" terhadap Turki dalam resolusi Prancis itu.

Mengingat posisi Prancis sebagai ketua bersama di OSCE Minsk group, pernyataan resolusi Senat Prancis itu adalah "indikator yang jelas" mengapa kelompok itu tidak dapat menemukan solusi untuk konflik berkepanjangan, serta sikapnya yang bias terhadap masalah ini.

Mengutip "agresi dan provokasi" tentara Armenia yang pertama kali diperlihatkan di daerah perbatasan Tovuz dan kemudian di Karabakh Atas, pihak Turki mengatakan, "Azerbaijan memberikan tanggapan yang diperlukan dan memulihkan integritas teritorialnya dengan membebaskan tanahnya yang telah diduduki selama hampir 30 tahun."

Kemenangan tentara Azerbaijan di lapangan adalah "perwujudan" hak-hak yang dicatat dalam proses Minsk - di mana Prancis juga menjadi ketua bersama - tetapi tidak dilaksanakan, tambah Kemlu Turki.

"Resolusi PBB yang relevan memerintahkan penarikan segera dan tanpa syarat orang-orang Armenia dari wilayah Azerbaijan yang diduduki," tambah mereka.

“Namun, seruan Senat Prancis kepada Azerbaijan untuk menarik diri dari tanahnya sendiri, yang dibebaskan dari pendudukan, adalah manifestasi dari pemahaman yang konyol, bias, dan jauh dari kenyataan yang tidak dapat dianggap serius. Keputusan ini tidak memiliki akal sehat, yang tidak dapat dijelaskan dengan justifikasi yang masuk akal, dan juga membatasi kemampuan Prancis untuk berkontribusi secara nyata untuk solusi masalah tersebut," kata pernyataan itu lagi.

Turki selanjutnya meminta Prancis untuk mengadopsi "persepsi objektif dan tidak bias" dari tindakan Turki di wilayah sekitarnya sambil menahan diri dari membuat "hal yang sangat keliru tentang sejarah atau masalah yang tidak relevan" demi hubungan bilateral.

Negara itu juga mendesak Prancis untuk merangkul "sikap konstruktif" terhadap hasil konflik Azerbaijan-Armenia yang telah berlangsung selama hampir 30 tahun.

Turki juga mendesak penyelesaian yang permanen sesuai hukum internasional berdasarkan realitas yang ada.

Pernyataan itu juga menyampaikan kesiapan Turki untuk bekerja sama dengan mitra lainnya, termasuk Prancis, untuk menemukan "perdamaian berkelanjutan yang akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan."

Sebelumnya pada Rabu, Senat Prancis mengadopsi resolusi yang menyerukan pengakuan atas apa yang mereka sebut republik Nagorno-Karabakh.

Hubungan antara bekas republik Soviet Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan baru meletus pada 27 September dan berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia enam minggu kemudian.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın