Turki, Politik, Dunia

Turki, Rusia mulai patroli gabungan ketiga di Suriah utara

Patroli militer kedua di timur Sungai Eufrat, Suriah utara, digelar sebagai bagian dari kesepakatan Sochi

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 08.11.2019
Turki, Rusia mulai patroli gabungan ketiga di Suriah utara Sebuah foto yang diambil dari provinsi Sirnak, Turki memperlihatkan pasukan Turki dan Rusia memulai patroli gabungan ketiga di sebelah timur Eufrat, pada 8 November 2019. (TURKEY'S NATIONAL DEFENCE MINISTRY / HANDOUT - Anadolu Agency)

Ankara

Burak Bir

ANKARA

Kementerian Pertahanan Nasional Turki pada Jumat mengatakan pasukan Turki dan Rusia memulai patroli darat gabungan ketiga di timur Sungai Eufrat sebagai bagian dari kesepakatan Sochi di Suriah utara.

Patroli akan dilakukan di Kota Qamishli dan Derik, sebelah timur Sungai Eufrat, yang telah dibersihkan dari teroris oleh Turki.

"Dalam kerangka perjanjian yang dicapai dengan Federasi Rusia di Sochi pada 22 Oktober 2019, patroli darat gabungan ketiga dimulai dengan partisipasi unsur-unsur militer Turki dan Rusia dan tanpa awak di wilayah antara Qamishli dan Derik di timur Sungai Eufrat," kata kementerian itu melalui Twitter.

Pada 1 November, personil militer Turki dan Rusia menyelesaikan patroli darat gabungan pertama, yang berlangsung selama empat jam.

Patroli gabungan itu mencakup 40 kilometer (25 mil) wilayah timur Ras al-Ayn dan 30 km (18,6 mil) wilayah barat Kota Qamishli.

Pada 5 November, kedua negara melakukan patroli darat gabungan kedua yang berlangsung selama dua jam di wilayah timur Distrik Ayn al-Arab dan wilayah barat Distrik Tal Abyad.

Ras al-Ayn dan Tal Abyad telah dibebaskan dari teroris selama Operasi Mata Air Perdamaian Turki yang dimulai pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Ankara menginginkan agar teroris YPG/PKK menarik diri dari wilayah tersebut sehingga zona aman dapat dibentuk untuk membuka jalan bagi pengembalian 2 juta pengungsi secara aman.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.