Dunia

Turki kecam rencana pembangunan permukiman baru Israel di Tepi Barat

Turki mendesak komunitas internasional untuk memberikan "tekanan yang diperlukan" pada Israel untuk mengakhiri tindakan diskiminasi itu terhadap Palestina

Muhammad Abdullah Azzam   | 13.01.2021
Turki kecam rencana pembangunan permukiman baru Israel di Tepi Barat Alat berat Israel menghancurkan bangunan di Hebron, Tepi Barat. (Mamoun Wazwaz - Anadolu Agency )

Ankara

​​​​​​Sena Guler

ANKARA

Turki pada Selasa menyatakan keprihatinannya atas rencana Israel membangun permukiman ilegal baru di Tepi Barat.

"Langkah itu adalah contoh terbaru dari praktik tak sah Israel yang dipercepat sebelum pemerintahan baru menjabat di Amerika Serikat (AS)," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan tertulis.

"Jelas Israel berusaha mencegah pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan integritas geografis dan menghilangkan kemungkinan solusi dua negara dengan pembangunan permukiman ini," kata kementerian itu.

Turki mendesak komunitas internasional untuk memberikan "tekanan yang diperlukan" pada Israel untuk mengakhiri tindakan tersebut, yang mengabaikan hukum internasional, terutama resolusi PBB.

Negara itu juga meminta komunitas untuk menentang tindakan agresif Israel terhadap Palestina.

Pada Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui pembangunan 800 unit permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki.

"Kami dengan senang hati mengumumkan hari ini bahwa 800 apartemen baru akan dibangun di Yudea dan Samaria," ungkap Netanyahu, menggambarkan wilayah Yahudi untuk Tepi Barat. Keputusan pada Senin itu datang sebelum pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden pada 20 Januari.

Presiden AS Donald Trump mendukung aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat, sementara Biden telah menyuarakan penentangan terhadap aktivitas tersebut selama kampanyenya.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dianggap sebagai "wilayah pendudukan" di bawah hukum internasional, membuat semua permukiman Yahudi di sana dianggap ilegal.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın