Dunia

Turki kecam rencana Israel bangun permukiman baru di wilayah Palestina

Kemlu Turki menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan untuk menjamin hak-hak warga Palestina

Muhammad Abdullah Azzam   | 21.01.2021
Turki kecam rencana Israel bangun permukiman baru di wilayah Palestina Kemenlu Turki. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Dilan Pamuk

ANKARA

Turki pada Rabu mengutuk rencana Israel untuk membangun lebih dari 2.500 unit permukiman baru di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.

"Kami mengutuk keras langkah yang diambil Israel terkait pembangunan pemukiman ilegal tambahan dengan total 2.572 unit perumahan, 2.112 di antaranya berada di Tepi Barat dan 460 di Yerusalem Timur dengan tender [Israel] yang diumumkan hari ini," kata pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki.

Pernyataan tersebut mengatakan Israel dengan tindakan tersebut ingin mencegah berdirinya negara Palestina dengan integritas geografis dan mengubah status Yerusalem.

Keputusan untuk meningkatkan jumlah pembangunan permukiman seperti itu sebelum setiap pemilihan mencerminkan mentalitas oportunisme, sebut pernyataan itu.

Otoritas Turki menambahkan bahwa tindakan tersebut menghalangi sarana untuk membangun perdamaian di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan itu, Kemlu Turki mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan untuk menjaga hak-hak rakyat Palestina dan melindungi wilayah Palestina dalam menghadapi mentalitas pendudukan Israel.

Pada Selasa, Israel menerbitkan surat tender untuk membangun 2.572 rumah pemukim baru di Tepi Barat, termasuk 460 unit di Yerusalem Timur.

Langkah itu diambil setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 11 Januari menyetujui pembangunan 800 unit permukiman di wilayah pendudukan.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dianggap sebagai "wilayah pendudukan" di bawah hukum internasional, membuat semua permukiman Yahudi di sana dianggap ilegal.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın