Dunia

Turki desak Israel hentikan permukiman ilegal di Yerusalem Timur

Melnu Turki dan Palestina mengadakan konferensi pers bersama di ibu kota Ankara

Ali Murat Alhas,Zehra Nur Düz   | 08.05.2021
Turki desak Israel hentikan permukiman ilegal di Yerusalem Timur Warga Yordania memprotes penggusuran paksa warga lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, dan mendukung warga Palestina di luar Masjid Agung Husseini di Amman, Yordania pada 7 Mei 2021. ( Laith Al-jnaidi - Anadolu Agency )

Ankara

ANKARA

Turki mendesak Israel untuk meninggalkan kebijakannya membangun permukiman ilegal di Yerusalem Timur, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Jumat.

Pernyataan Cavusoglu itu datang pada konferensi pers dengan sejawatnya dari Palestina Riyad al-Maliki di ibu kota Turki, Ankara.

Ankara siap menawarkan dukungan apa pun yang diperlukan untuk pemilu yang akan diadakan di Palestina sesuai dengan standar internasional, kata Cavusoglu.

Mengenai hubungan Turki yang membaik dengan Mesir, dia mengatakan pertemuan pada Kamis dengan Kairo antara wakil menteri luar negeri dilakukan dalam "suasana positif" dan dia mungkin akan bertemu dengan menlu Mesir.

Menlu Palestina Maliki, pada bagiannya, mengatakan Turki melampaui yang lain soal dukungannya dan meminta komunitas internasional untuk menekan Israel agar mengizinkan pemilu Palestina di Yerusalem Timur.

Menlu Palestina tiba di Turki pada Jumat, menurut Kementerian Luar Negeri Turki, yang mengatakan keduanya akan membahas cara-cara untuk meningkatkan hubungan bilateral, bersama dengan perkembangan terkini di Palestina dan Yerusalem.

Pekan lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan penundaan pemilihan umum sampai otoritas Israel mengizinkan diadakannya pemungutan suara di Yerusalem Timur.

Pemungutan suara parlemen dijadwalkan diadakan pada 22 Mei dan pemilihan presiden pada 31 Juli, sedangkan pemilihan dewan nasional Palestina akan diadakan pada 31 Agustus.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın