Rabia Iclal Turan
16 Juni 2022•Update: 17 Juni 2022
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu berbincang dengan kepala NATO via telepon untuk menyerukan langkah-langkah yang diperlukan guna mengatasi kekhawatiran "sah" Ankara atas tawaran keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO.
Menurut sebuah pernyataan dari Direktorat Komunikasi Turki, Erdogan mengatakan kepada Sekjen NATO Jens Stoltenberg bahwa tak ada kemajuan yang dapat dicapai tanpa melihat "langkah-langkah nyata" oleh Finlandia dan Swedia yang akan memenuhi "harapan yang sah" dari Turki.
Langkah-langkah tersebut di antaranya adalah komitmen tertulis untuk perubahan paradigma dalam memerangi terorisme dan kerja sama industri pertahanan, sebut dia.
Sementara itu, Stoltenberg mengatakan di Twitter bahwa dia mengadakan "percakapan konstruktif" dengan Erdogan menjelang KTT NATO di Madrid yang akan diadakan pada 29-30 Juni.
"Kami membahas pentingnya mengatasi masalah keamanan sah Turki dalam perang melawan terorisme dan membuat kemajuan dalam proses aksesi NATO untuk Finlandia dan Swedia," ujar Presiden Erdogan.
Swedia dan Finlandia secara resmi mendaftarkan diri untuk bergabung dengan NATO pada 18 Mei, sebuah keputusan yang didorong oleh perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari.
Tetapi Turki, anggota lama aliansi, telah menyuarakan keberatan atas tawaran keanggotaan mereka, mengkritik negara-negara tersebut karena menoleransi dan bahkan mendukung kelompok-kelompok teror seperti PKK dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO).
Aksesi mereka membutuhkan persetujuan bulat dari semua 30 negara anggota NATO.
Pada akhir Mei, Turki mengadakan konsultasi dengan delegasi Swedia dan Finlandia mengenai pengajuan mereka di NATO. Namun Erdogan mengatakan pembicaraan belum "pada tingkat yang diinginkan."