Rabia Iclal Turan
24 Juli 2026•Update: 24 Juli 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan menggunakan dana milik Iran yang berada dalam penguasaan Washington untuk membayar seluruh kerusakan terhadap kapal, muatan, maupun aset terkait akibat serangan di Selat Hormuz.
Melalui pernyataan yang diunggah di platform Truth Social pada Kamis, Trump menyatakan kebijakan tersebut akan berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
"Harap pernyataan ini menjadi acuan bahwa mulai saat ini, hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, setiap dan seluruh kerusakan terhadap kapal, muatan, atau apa pun yang berkaitan dengannya akan dibayar menggunakan dana Iran yang berada dalam penguasaan dan kendali Amerika Serikat," tulis Trump.
Ia menambahkan bahwa nilai kerugian tersebut dapat mencapai jumlah yang sangat besar, namun menurutnya langkah itu merupakan tindakan yang adil dan setara.
Trump tidak menjelaskan asal dana yang dimaksud. Namun, miliaran dolar aset Iran masih dibekukan di bawah sanksi Amerika Serikat.
Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran sejak pekan lalu, sementara Teheran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di beberapa negara kawasan.
Saling serang antara kedua negara terus berlanjut meski Amerika Serikat dan Iran pada Juni lalu menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Februari dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.
Perang tersebut telah mendorong kenaikan harga energi dan mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.