Dunia

SPESIAL - Perdagangan Pakistan-Afghanistan meningkat setelah Taliban berkuasa

Pekan lalu, jubir Taliban Zabihullah Mujahid mengumumkan bahwa aktivitas bisnis dilanjutkan di seluruh negeri

Islam Uddin   | 15.09.2021
SPESIAL - Perdagangan Pakistan-Afghanistan meningkat setelah Taliban berkuasa Menteri Dalam Negeri Federal Sheikh Rashid berbicara kepada pers saat melakukan kunjungan ke Perbatasan Torkham untuk meninjau situasi keamanan perbatasan di distrik Khyber, Peshawar, Pakistan pada 5 September 2021. (Hussain Ali - Anadolu Agency)

FATA

Islamuddin Sajidi

TORKHAM BORDER

Eksportir dari Pakistan kembali memasok barang-barang ke Afghanistan setelah ketidakpastian melanda Kabul selama sebulan terakhir.

Setelah Taliban menguasai ibu kota Afghanistan pada 15 Agustus, bisnis pun dihentikan di kota-kota besar.

"Selama 20 hari terakhir, saya tidak memesan apa pun di Pakistan karena takut situasinya memburuk," kata pengusaha Afghanistan Abdul Rahim QaziZai kepada Anadolu Agency.

"Sekarang saya sudah menemui rekan-rekan Pakistan saya lagi untuk memesan gula dan minyak goreng," tambah dia saat menuju Kabul melalui perbatasan Torkham.

Ratusan truk berbaris di Khyber Pass, jalan utama yang menghubungkan Pakistan dan Afghanistan melalui perbatasan Torkham, pada Rabu.

Truk-truk yang bermuatan produk makanan itu tengah antre menunggu izin untuk melintasi perbatasan menuju Jalalabad Timur di Afghanistan.

Kebanyakan pengemudi menunggu selama tiga atau empat hari di dekat perbatasan karena kurangnya lahan parkir di sisi Afghanistan.

Namun antrean panjang itu menandakan berlanjutnya aktivitas ekonomi antara kedua negara.

Afghanistan kaya akan sumber daya alam seperti tembaga, emas, minyak, gas alam, uranium, bauksit, batu bara, bijih besi, tanah jarang, litium, kromium, timah, seng, batu permata, bedak, belerang, travertine, gipsum, dan marmer yang masih belum tereksplorasi karena invasi Amerika Serikat sejak 2001.

Pakistan memfasilitasi impor, ekspor dari Afghanistan

Seorang pejabat bea cukai Pakistan di perbatasan Torkham, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan aktivitas perdagangan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Sejak awal Agustus, kami mengamati bahwa sebagian besar truk kembali ke Afghanistan dengan muatan kosong, tetapi sekarang mereka juga mengambil barang dari Pakistan," ujar dia.

Menurut dia, jumlah truk yang menyeberang meningkat dari kisaran 100-150 menjadi 300 -400.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmed mengatakan situasi di sepanjang perbatasan pada 19 Agustus tergolong "normal" dan kegiatan perdagangan telah meningkat.

Data bea cukai Pakistan menunjukkan jumlah truk yang bergerak melintasi semua titik perbatasan mencapai 1.123 pada 17 Agustus, meningkat dari 475 pada 15 Agustus.

Selama satu dekade terakhir, volume perdagangan antara Pakistan dan Afghanistan turun dari USD1,5 - USD2 miliar menjadi USD754 juta pada 2020, karena ketegangan hubungan antara bekas pemerintah Kabul dan Islamabad.

Namun, volume perdagangan menunjukkan sedikit peningkatan pada periode April - Juli 2021 menjadi USD869 juta setelah Perdana Menteri Imran Khan mengunjungi Kabul November lalu.

Pengemudi puas dengan pengaturan baru

Para pengemudi truk mengatakan situasi telah berubah sejak Taliban menguasai daerah-daerah di sepanjang perbatasan Torkham, karena mereka tidak lagi membayar uang suap untuk izin lewat.

"Sebelumnya, pejabat Afghanistan di perbatasan dan di setiap pos pemeriksaan menuntut uang suap yang berkisar antara 10.000 hingga 20.000 rupee Pakistan (USD60 - USD120) untuk mengizinkan kendaraan kami masuk," kata Abdullah, seorang sopir truk dari distrik Khyber yang berbatasan dengan Afganistan.

"Sekarang, dalam 20 hari terakhir, tidak ada yang meminta saya untuk membayar apa pun di perbatasan atau pos pemeriksaan mana pun," tambah dia.

Pekan lalu, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengumumkan bahwa aktivitas bisnis dilanjutkan di seluruh negeri.

"Sekarang bisnis berlanjut dan kami ingin meyakinkan semua komunitas bisnis bahwa keamanan mereka terjamin," tegas Mujahid.

"Perdagangan bilateral kami dengan Pakistan dapat meningkat menjadi USD5 miliar, tetapi kedua pemerintah perlu menghilangkan rintangan di perbatasan dan memfasilitasi kami," QaziZai, pengusaha asal Afghanistan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın