Berk Kutay Gökmen
07 April 2026•Update: 07 April 2026
Citra satelit terbaru menunjukkan puluhan kawah di wilayah Iran tengah yang diduga terkait operasi militer Amerika Serikat dalam misi penyelamatan awak pesawat tempur yang jatuh.
Menurut laporan CNN pada Senin, citra yang dirilis Airbus memperlihatkan sedikitnya 28 kawah tersebar di sejumlah ruas jalan di provinsi Isfahan, sekitar 20 kilometer dari landasan udara terpencil tempat pasukan AS menghancurkan pesawat mereka sendiri yang mengalami kerusakan.
Kawah-kawah tersebut tampak tersusun berurutan di sepanjang jalan dengan diameter sekitar 9 meter, cukup untuk memutus akses jalan, yang mengindikasikan serangan dilakukan dengan presisi tinggi.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya menyatakan pada Minggu bahwa pasukan Amerika berhasil mengevakuasi dua personel militer dari wilayah Iran setelah jet tempur F-15E mereka ditembak jatuh dalam misi tempur pada 2 April.
Citra satelit tunjukkan kawah di lokasi jatuhnya F-15E
Citra satelit lain juga memperlihatkan kawah berbentuk melingkar di lokasi yang sama, tempat ditemukannya puing-puing pesawat tempur F-15E Strike Eagle di Iran tengah pada Jumat.
Gambar yang diambil Airbus pada 5 April menunjukkan dua kendaraan putih berada di dekat kawah, dengan sejumlah orang terlihat di sekitarnya. Diameter kawah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 40 kaki.
Meski penyebab pasti kawah tersebut belum diketahui, lokasi jatuhnya pesawat militer umumnya dibombardir secara sengaja untuk mencegah teknologi sensitif jatuh ke tangan pihak lawan.
Kawah dalam citra tersebut berada sekitar 30 kilometer barat laut dari lokasi di mana pasukan AS menghancurkan beberapa pesawat dalam operasi penyelamatan awak kedua pada Minggu.
Pada Senin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan misi penyelamatan kedua melibatkan 155 pesawat, termasuk empat pengebom, 64 jet tempur, dan 48 pesawat pengisian bahan bakar. Ia sebelumnya juga menyebut sekitar 200 personel Pasukan Khusus terlibat dalam operasi tersebut.
Direktur CIA John Ratcliffe menyatakan badan tersebut menjalankan “kampanye penyesatan untuk membingungkan pihak Iran” sambil menggunakan aset rahasia untuk menemukan awak pesawat di celah pegunungan terpencil.
Trump menggambarkan operasi penyelamatan itu sebagai langkah berisiko tinggi, dengan menyatakan ia menyetujuinya meski berpotensi menimbulkan korban besar.
Dua pesawat besar yang dikerahkan untuk mengevakuasi awak dilaporkan terjebak di pasir basah, menimbulkan kekhawatiran tidak dapat lepas landas akibat berat personel dan peralatan. Untuk mencegah teknologi militer sensitif jatuh ke tangan Iran, Trump mengatakan pesawat tersebut dihancurkan di darat.