Merve Gül Aydoğan Ağlarcı
28 Agustus 2021•Update: 28 Agustus 2021
ANKARA
Pentagon pada Jumat menepis laporan insiden ledakan kedua di dekat Hotel Baron, yang tidak jauh dari Gerbang Abbey di Kabul pada Kamis.
Sekretaris Pers Pentagon John Kirby dan Mj. Jenderal Hank Taylor, wakil direktur Staf Gabungan Untuk Operasi Regional, pada Jumat melaporkan tentang perkembangan terbaru di Afghanistan setelah ledakan mematikan di luar bandara Kabul yang menewaskan sedikitnya 170 orang, termasuk 13 tentara AS, dengan puluhan lainnya terluka.
"Kami memiliki banyak detail tambahan untuk ditawarkan kepada Anda tentang serangan kemarin di gerbang Abbey. Tapi, saya dapat mengonfirmasikan kepada Anda bahwa kami tidak percaya bahwa ada ledakan kedua di atau dekat hotel Baron. Itu adalah serangan bom bunuh diri," kata Taylor menepis laporan adanya serangan bom kedua di sana.
Menyoroti informasi “kliru atau kacau" dalam "peristiwa yang sangat dinamis" seperti ledakan mematikan terbaru di ibu kota Afghanistan, mayor jenderal AS itu mengatakan "ledakan kedua" adalah "ledakan peralatan militer yang diledakkan secara terkendali oleh pasukan AS."
Dia lebih lanjut mencatat bahwa akan ada peralatan dan barang-barang material lainnya yang tidak akan dibawa kembali ke AS saat proses evakuasi mendekati akhir Agustus.
"Kami ingin memprioritaskan kursi penumpang sebanyak mungkin, jadi Anda akan terus melihat hal-hal dibuang dengan cara yang bertanggung jawab saat kami mendekati akhir misi," imbuh dia.
Taylor juga menekankan bahwa evakuasi sedang berlangsung meskipun ada kejadian pada hari Kamis.
Dia mengatakan ada "sekitar 5.400 orang di bandara" menunggu penerbangan keluar dari Afghanistan.
"Kami memiliki kemampuan untuk memasukkan pengungsi pada pengangkutan udara militer AS dari Afghanistan sampai akhir," tambah Taylor.
Sementara Taylor mengatakan kelompok teror Daesh/ISIS, yang diyakini berada di balik serangan itu, "tidak akan menghalangi kita untuk menyelesaikan" misi evakuasi, Kirby mengatakan ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS nyata dan tidak ada yang ingin melihat ancaman itu tumbuh."
Sementara itu, Kirby menegaskan bahwa Departemen Pertahanan terus "mendukung Departemen Luar Negeri dalam menyediakan perumahan sementara dan dukungan di dalam AS untuk kapasitas hingga 50.000 pemohon visa imigran khusus Afghanistan, keluarga mereka, dan individu yang berisiko lainnya.