Dunia

Pemberontak Houthi mundur dari pelabuhan-pelabuhan di Yaman

Kepala Komite Koordinasi Penempatan Kembali PBB, telah mengirim pernyataan kepada pemerintah Yaman bahwa pemberontak Houthi telah mundur dari pelabuhan Al-Hudaydah, Salif dan Ras Isa

Nani Afrida   | 15.05.2019
Pemberontak Houthi mundur dari pelabuhan-pelabuhan di Yaman Ilustrasi. (Foto file – Anadolu Agency)

Ankara

Saber Ghanem Ibrahim Eid dan Zeynep Tufekci

ADEN 

Pemberontak Yaman Houthi telah ditarik mundur dari tiga pelabuhan Laut Merah negara itu, kata seorang juru bicara pasukan gabungan pemerintah pada Selasa malam.

Waddah Dubaish mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa penarikan mundur ini juga dilakukan di pelabuhan Al-Hudaydah yang dianggap cukup strategis.

Prosesnya dimulai pada 11 Mei di bawah pengawasan Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB).

Dubaish mengatakan Michael Lollesgaard, kepala Komite Koordinasi Penempatan Kembali PBB, telah mengirim pernyataan kepada pemerintah Yaman bahwa pemberontak Houthi dipastikan telah mundur dari pelabuhan Al-Hudaydah, Salif dan Ras Isa.

Pelabuhan Al-Hudaydah sangat penting bagi Yaman karena 90 persen produk makanan dan 80 persen bantuan kemanusiaan masuk melalui negara itu.

Perjanjian Stockholm

Selama negosiasi yang diadakan 6-13 Desember tahun lalu di Stockholm, Swedia, pihak-pihak yang bertikai Yaman membuat perjanjian mengenai provinsi Taiz, pelabuhan, gencatan senjata di Al-Hudaydah dan pertukaran tahanan.

Yaman telah mengalami kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.

Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang menghancurkan.

Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, diyakini telah tewas dalam konflik itu sementara 14 juta lainnya berisiko kelaparan, menurut PBB.

Menurut data dari PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari 10 juta orang mengalami kelaparan.

Lebih dari 22 juta orang di Yaman sangat membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan.

* Menulis oleh Can Erozden

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın