Dunia, Nasional

PBNU desak Israel tahan diri dan hentikan kekerasan di masjid al-Aqsha

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal mendesak semua pihak, khsususnya PBB, agar segera mewujudkan solusi dua negara

Umar Idris   | 09.05.2021
PBNU desak Israel tahan diri dan hentikan kekerasan di masjid al-Aqsha Polisi Israel menyerang warga Palesina di dalam komplek masjid al-Aqsha (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA, Indonesia 

Ormas Islam Nahdhatul Ulama (NU) mendesak Israel untuk menahan diri dan menghentikan kekerasan di Palestina, khususnya di kawasan masjid al-Aqsha.

Pengurus Besar NU berharap kepada semua pihak, khususnya PBB, agar melakukan ikhtiar dan upaya diplomatik agar kemerdekaan Palestina segera diwujudkan.

"Kami harap seluruh kelompok di Palestina segera terjadi kesepahaman dalam mewujudkan rencana itu, dan penggusuran warga Palestina segera dihentikan karena meningkatkan ketegangan," kata Sekjen PBNU Helmy Faisal, kepada Anadolu Agency, pada Minggu.

Pada Jumat malam, pasukan Israel menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru berlapis karet untuk membubarkan jamaah Muslim dari masjid al-Aqsha.

Pada Minggu pagi, aparat keamanan Israel kembali menyerang warga Palestina yang sedang meninggalkan masjid al-Aqsha usai shalat subuh.

Ketegangan meningkat di distrik Sheikh Jarrah baru-baru ini karena pemukim Israel mengerumuni daerah itu setelah pengadilan Israel memerintahkan penggusuran terhadap enam keluarga Palestina.

Sejak 1956, total 37 keluarga Palestina tinggal di 27 rumah di lingkungan itu. Namun, pemukim ilegal Yahudi telah mencoba untuk mendorong mereka keluar berdasarkan undang-undang yang disetujui oleh parlemen Israel pada 1970.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel 1967.

Zionis Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan menurut hukum internasional, sehingga membuat semua permukiman Yahudi di sana dianggap ilegal.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın