Dunia, YERUSALEM MASALAH UTAMA BAGI UMAT MUSLIM

PBB: 52.000 warga Palestina mengungsi akibat serangan Israel

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan OCHA mengatakan 47.000 orang mengungsi di sekolah PBB

Ekip   | 18.05.2021
PBB: 52.000 warga Palestina mengungsi akibat serangan Israel Warga Palestina berlindung dari serangan Israel di sekolah Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Rafah, Gaza pada 17 Mei 2021. (Abed Rahim Khatib - Anadolu Agency)

Switzerland

JENEWA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa setidaknya 52.000 orang mengungsi di Jalur Gaza karena serangan Israel dan jumlah orang yang berlindung di sekolah-sekolah PBB terus bertambah.

Jens Laerke, juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), mengatakan kepada Anadolu Agency pada konferensi pers di Jenewa bahwa jumlah pengungsi telah melampaui 52.000 orang sejak awal bulan suci Ramadan.

“Kami mendapat tambahan orang yang mengungsi ke sekolah kami. Seperti yang saya sebutkan, ada 47.000 orang sampai pagi ini di sekolah-sekolah UNWRA [Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB]. Jadi jumlah itu naik, dan ada di atas 52.000 total pengungsi internal,” tambah Laerke.

Dia mengatakan OCHA menyambut baik pemerintah Israel untuk membuka pintu penyeberangan Kerem Shalom untuk pasokan kemanusiaan penting.

"Sangat penting bila penyeberangan Erez juga dibuka untuk keluar masuknya staf kemanusiaan yang kritis," kata Laerke.

Juru bicara PBB itu mengatakan pasokan listrik di seluruh Gaza masih dibatasi rata-rata enam hingga delapan jam sehari karena kerusakan pada jalur dan jaringan pembangkit listrik.

“Kondisi ini mengganggu penyediaan perawatan kesehatan dan layanan dasar lainnya termasuk air, kebersihan, dan sanitasi,” imbuh Laerke.

Dia mengatakan enam rumah sakit dan sembilan puskesmas rusak, di mana satu di antaranya mengalami kerusakan parah dan satu rumah sakit tidak dapat berfungsi karena kekurangan bahan bakar.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın