Maria Elisa Hospita
07 Agustus 2020•Update: 10 Agustus 2020
Mahmut Geldi
BEIRUT
Duta Besar Lebanon untuk Yordania mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis setelah ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut awal pekan ini.
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Tracy Chamoun mengatakan dia tidak tega melihat penderitaan orang-orang karena kelalaian dan korupsi di negaranya.
Chamon juga mengklaim ledakan itu terjadi karena kelalaian dan korupsi yang merajalela.
Dia mengatakan para politikus yang telah memerintah negara itu sejak Perang Saudara 1975-1990 harus meninggalkan jabatan mereka.
Dubes itu juga menyerukan undang-undang pemilihan umum yang baru dan mengatakan pemilu darurat "tidak bisa dihindari."
Sejauh ini, sedikitnya 135 orang tewas dan 5.000 lainnya luka-luka karena ledakan itu. Sementara itu, puluhan orang masih terperangkap di bawah reruntuhan.
Pada Rabu, pemerintah Lebanon mengungkapkan penimbunan zat kimia amonium nitrat dalam jumlah besar sebagai penyebab ledakan dan penyelidikan akan terus berlangsung.
Eks PM Lebanon telah menyerukan pembentukan komite investigasi internasional untuk menyelidiki insiden itu.
Pelabuhan Beirut adalah pelabuhan utama negara yang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang kebutuhan pokok termasuk biji-bijian, bahan makanan dan obat-obatan.
*Ditulis oleh Sena Guler di Ankara