Şebnem Coşkun
10 Februari 2022•Update: 02 Maret 2022
ANTARKTIKA
Setelah bertolak dari Istanbul akhir bulan lalu untuk melakukan penelitian ilmiah dalam ekspedisi Antartika ke-6 negara itu, tim peneliti Turki telah menginjakkan kaki di benua terdingin di dunia pada Rabu.
Perjalanan itu memakan waktu hampir tiga minggu, termasuk karantina tujuh hari di Puerto Williams, Chili.
Tim yang beranggotakan 20 orang dari Ekspedisi Sains Antartika Nasional ke-6 Turki mencapai Puerto Williams - populasi 2.900 - melalui Madrid, Spanyol setelah 22 jam penerbangan, tiga transfer, dan menunggu 33 jam.
Setelah karantina tujuh hari di Chili untuk melindungi diri dari Covid-19, tim ekspedisi tiba di dasar dunia, Pulau Raja George Antartika, setelah penerbangan dua jam.
Dalam perjalanan ke Antartika, dua ilmuwan asing juga bergabung dengan tim untuk melaksanakan proyek mereka dalam kerja sama dengan Portugal dan Bulgaria.
Tim yang terdiri dari para peneliti dari Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TUBITAK), Komando Angkatan Laut, Direktorat Pemetaan, Direktorat Meteorologi, Anadolu Agency, lembaga penelitian, dan universitas menaiki Betanzos, sebuah kapal berbendera Chili di lepas pantai Pulau King George untuk 30 hari penelitian.
- Studi ilmiah dengan peralatan nasional
"Kami mengantarkan tim ekspedisi kami ke Antartika tanpa hambatan berkat proses karantina," kata Burcu Ozsoy, direktur Penelitian Kutub Pusat Penelitian Marmara TUBITAK.
“Dengan peralatan nasional dari perusahaan pertahanan Turki Aselsan, Havelsan, dan Institut Penelitian dan Pengembangan Industri Pertahanan (SAGE) Tubitak, kami akan melakukan pekerjaan sambil memastikan kesehatan dan keselamatan untuk perjalanan kami, dan pada saat yang sama menguji peralatan ini, " tutur dia.
Ozgun Oktar, asisten pemimpin ekspedisi yang bertanggung jawab untuk logistik, mengatakan sekarang saatnya untuk memulai kerja lapangan yang telah dipersiapkan tim selama satu tahun penuh.
“Perbekalan kapal kami sekarang sudah lengkap. Setelah itu, kami akan berlayar untuk perjalanan menantang selama lima hari,” kata Ozsoy.
"Kami akan melihat banyak basis ilmiah dalam perjalanan, tetapi sayangnya kami tidak akan mengunjungi salah satu dari mereka tahun ini karena pandemi," tukas dia.