Dunia

Oposisi Suriah lancarkan operasi rebut wilayah yang dirampas

Pasukan rezim masih melancarkan serangan udara dan darat secara intens ke daerah-daerah kendali oposisi

Muhammad Abdullah Azzam   | 22.05.2019
Oposisi Suriah lancarkan operasi rebut wilayah yang dirampas Ilustrasi: Kerusakan setelah perang saudara di Suriah. (Foto file - Anadolu Agency)

İdlib

Burak Karacaoğlu, Eşref Musa

IDLIB

Tentara dan kelompok-kelompok bersenjata anti-rezim Suriah melancarkan operasi untuk merebut kembali daerah yang dirampas oleh pasukan Bashar al-Assad dan kelompok-kelompok dukungan Iran selama 3 minggu terakhir di "zona de-eskalasi Idlib".

Pasukan oposisi di Idlib menggelar operasi perlawanan terhadap pasukan rezim yang terdiri dari tentara rezim Assad dan kelompok-kelompok teroris dukungan Iran di barat laut Hama sejak kemarin malam.

Pasukan perlawanan telah mengambil desa Kefrenbude dan Tal Hawwas dan al-Humayrat di barat laut Hama dalam operasi untuk menghadang serangan besar-besaran oleh pasukan rezim.

Sejumlah besar tentara rezim terbunuh, senjata anti-tank dan senjata berat rezim dihancurkan serta komandan rezim Assad di Kefrenbude ditawan oleh pasukan oposisi selama bentrokan-bentrokan di sana.

Pasukan rezim masih melancarkan serangan udara dan darat secara intens ke daerah-daerah kendali oposisi.

Bentrokan intens masih berlanjut antara pihak-pihak berlawanan di wilayah tersebut.

Rezim di Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya kemarin malam menewaskan 12 warga sipil, empat di antaranya anak-anak dalam serangan udara dan darat yang dilancarkan ke area permukiman sipil di zona de-eskalasi Idlib.

Sumber-sumber lokal, White Helmets melaporkan tentara rezim Assad dan kelompok-kelompok teroris dukungan Iran tadi malam melakukan serangan udara dan darat ke sejumlah daerah di Idlib.

Wilayah Idlib saat ini adalah zona demiliterisasi. Ini menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.

Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah tersebut, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.

Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.

Namun, Rezim Assad telah berkali-kali mengabaikan perjanjian dan terus-menerus menyerang zona de-eskalasi Idlib.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın