Ramzi Mahmud, Tarek Chouiref
23 Juli 2026•Update: 23 Juli 2026
Tiga warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Rabu.
Seorang warga Palestina lainnya juga meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel sebelumnya, menurut sumber-sumber medis.
Rumah Sakit Al-Awda menyatakan, seorang warga Palestina berusia 28 tahun bernama Saeb Abu Mualla tewas dan beberapa orang lainnya terluka setelah sebuah drone Israel menyerang tenda yang menampung keluarga-keluarga pengungsi di dekat kawasan Bukit Nuwairi, sebelah barat Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.
Sebelumnya pada hari yang sama, Mufid Abdul Hamid Abu Al-Anin (59) tewas dan sejumlah warga lainnya terluka setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi di kawasan Bir 19, Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, menurut sumber medis dan warga setempat.
Di lokasi lain, seorang warga Palestina mengalami luka sedang setelah drone Israel menjatuhkan bahan peledak ke arah sekelompok warga sipil di sebelah timur Deir al-Balah. Sementara itu, seorang pria lainnya terluka akibat tembakan tank Israel di dekat Masjid Muawiya di kawasan Al-Mawasi, Rafah.
Di Gaza utara, Mohammed Abu Ashkiyan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka kritis akibat serangan drone Israel di kawasan Al-Faluja, sebelah barat Kamp Pengungsi Jabalia.
Secara terpisah, Rumah Sakit Al-Shifa mengumumkan meninggalnya Abdullah Ahmed Hassan (34), yang sebelumnya menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel sebelumnya.
Israel perluas operasi di Kota Gaza
Saksi mata kepada Anadolu melaporkan kendaraan militer Israel yang didampingi buldoser memasuki kawasan Zeitoun, tenggara Kota Gaza, sejauh sekitar 150 meter sebelum fajar.
Operasi tersebut disertai tembakan intensif, penembakan artileri, dan penghancuran menggunakan buldoser. Warga juga melaporkan suara ledakan keras terdengar sepanjang malam.
Sumber-sumber lokal menyebut pasukan Israel memperluas kehadirannya setelah menyingkirkan penghalang beton yang menandai apa yang disebut sebagai "garis kuning" dan bergerak menuju Bundaran Dawla di sepanjang Jalan Salah al-Din.
Serangan terus berlanjut meski gencatan senjata
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, militer Israel terus melancarkan serangan harian di Gaza meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Sejak saat itu, sedikitnya 1.180 warga Palestina tewas dan 3.810 lainnya terluka.
Perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menghancurkan sebagian besar wilayah Jalur Gaza dan memicu krisis kemanusiaan yang sangat parah bagi sekitar 2,4 juta penduduknya.