Rafiu Ajakaye
24 November 2017•Update: 24 November 2017
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Perombakan keamanan Nigeria diumumkan pada hari Kamis menyusul serangkaian serangan mematikan yang menyebabkan keraguan tentang keamanan warga Nigeria.
Sebuah bom bunuh diri di negara bagian Adamawa pada hari Selasa menyebabkan sedikitnya 50 warga Muslim tewas.
Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah 30 perempuan dan anak-anak terbunuh dalam kekerasan etnis di negara bagian timur laut.
Polisi mengatakan langkah-langkah keamanan baru telah dilakukan di kawasan seberang timur laut, yang telah menderita hampir satu dekade karena dikuasai teroris Boko Haram.
Jimoh Moshood, juru bicara Kepolisian Nigeria, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa patroli ekstra sepanjang malam telah diperintahkan dan pengumpulan intelijen ditingkatkan untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Dia mengatakan, Inspektur Jenderal Polisi Ibrahim Idris telah memerintahkan perwira senior “di seluruh negara bagian untuk waspada dan mencegah penyebaran serangan Boko Haram yang baru, yang diduga bakal dilakukan pada sasaran empuk seperti masyarakat di wilayah negara bagian timur laut Adamawa, Borno dan Yobe.”
Langkah baru tersebut juga akan mengatasi peningkatan serangan terhadap para penggembala, menyusul serangan di desa Fulani di Numan pada Selasa.
Moshood mengatakan negara-negara bagian yang pernah mengalami serangan etnis antara penggembala dan petani setempat juga akan mendapat perhatian tambahan.
Pasukan anti-kejahatan dan pengumpulan intelijen khusus telah dikirim untuk menjaga kelompok masyarakat yang rentan di seluruh Nigeria.
Langkah-langkah tersebut diperintahkan pada hari Rabu oleh Presiden Muhammadu Buhari, yang juga menerapkan penempatan pasukan baru ke daerah-daerah yang dilaporkan dikuasai oleh bandit dan teroris.
Sebuah pusat intelijen baru di Ibu Kota negara bagian Borno, Maiduguri, akan mengatur pembagian intelijen di antara berbagai badan keamanan.
“Perang kali ini akan digerakkan oleh intelijen dan pusat baru ini diharapkan dapat mengintensifkan para intelijen sehingga bisa mengakhiri aktivitas para teroris yang tersisa," tulis pernyataan tersebut.
Buhari mulai berkuasa pada tahun 2015 dan berjanji untuk mengakhiri kampanye teror Boko Haram yang telah menghasilkan lebih dari 20ribu kematian dan mengungsikan jutaan orang di seluruh Nigeria dan negara-negara tetangga.
Walau militer Nigeria telah merebut kembali sebagian besar benteng Boko Haram di timur laut dalam beberapa bulan terakhir, kelompok tersebut masih melakukan serangan berskala besar, meski Buhari mengklaim telah ‘menghancurkan’ terorisme di negaranya.