Sahin Demir
25 Juli 2026•Update: 25 Juli 2026
Media pemerintah Iran melaporkan dua awak kapal tanker gas minyak cair (LPG) tewas setelah rudal Amerika Serikat menghantam kapal yang tengah menuju Selat Hormuz.
Menurut laporan tersebut, kapal itu diduga salah sasaran karena diyakini mengangkut gas milik Iran.
Mengutip sumber yang disebut mengetahui insiden tersebut, penyiar pemerintah Iran, IRIB, melaporkan militer AS menembakkan dua rudal ke arah kapal tanker itu pada Jumat sore ketika kapal sedang mendekati kawasan Selat Hormuz dari Laut Oman.
Menurut laporan tersebut, kapal menjadi sasaran karena pasukan AS meyakini kapal itu mengangkut gas Iran.
IRIB menyebut dua awak kapal tewas dan ruang mesin kapal mengalami kerusakan sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Hingga kini, militer Amerika Serikat belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
Kedutaan India laporkan insiden terhadap kapal tanker
Sebelumnya pada Jumat, Kedutaan Besar India di Teheran menyatakan kapal tanker LPG berbendera Mozambik, Meda, yang membawa 28 awak berkewarganegaraan India, diserang di perairan teritorial Iran di Selat Hormuz.
Kedutaan menegaskan seluruh warga negara India di atas kapal tersebut dalam keadaan selamat.
Namun, belum dapat dipastikan apakah kapal tanker yang disebut dalam laporan IRIB merupakan kapal yang sama dengan yang dimaksud Kedutaan Besar India.
Ketegangan terus ganggu pelayaran di Selat Hormuz
Ketegangan kawasan meningkat sejak Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli mengumumkan bahwa gencatan senjata yang diatur dalam nota kesepahaman AS-Iran pada bulan sebelumnya tidak lagi berlaku.
Sejak itu, Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan yang mengganggu pelayaran di Selat Hormuz serta kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.