10 Agustus 2017•Update: 15 Agustus 2017
By Fatih Erel
Sekitar 50 pengungsi asal Somalia dan Ethiopia, kebanyakan masih remaja, “sengaja” ditenggelamkan pada Rabu oleh seorang pedagang manusia yang memaksa 120 migran menyeberangi perairan Yaman, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
“Mereka yang selamat mengatakan kepada rekan kami di pantai bahwa penyelundup manusia itu mendorong mereka ke lautan ketika dia ketakutan melihat ‘sejenis figur otoritas’ di pesisir,” kata Laurent de Boeck, utusan lembaga migran PBB di Yaman, dalam pernyataannya.
“Para pengungsi juga mengatakan orang yang menyelundupkan mereka sudah kembali ke Somalia untuk melanjutkan bisnisnya dan membawa migran lagi ke Yaman dengan rute yang sama. Ini mengejutkan dan tidak manusiawi,” tambah De Boeck.
IOM menemukan makam 29 migran di pantai di provinsi Shabwa ketika melakukan patroli rutin dan 22 migran masih dilaporkan hilang.
“Rata-rata usia penumpang kapal itu 16 tahun,” kata IOM.
IOM memperkirakan sekitar 55.000 migran telah meninggalkan area Tanduk Afrika sejak awal tahun untuk ke Yaman. Lebih dari 30.000 dari mereka di bawah usia 18 tahun dan berasal dari Somalia dan Ethiopia, dari sepertiga merupakan perempuan.