Marıa Elısa Hospıta
11 Februari 2020•Update: 11 Februari 2020
Riya Shirtouni
BEIRUT
Bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa meletus di Beirut, Lebanon, pada Selasa.
Insiden itu bermula ketika demonstran berusaha memblokir jalan-jalan di ibu kota untuk menghalangi anggota parlemen menuju gedung parlemen.
Para demonstran khawatir parlemen akan menyetujui pemerintahan baru.
Selama berunjuk rasa, mereka memegang spanduk bertuliskan "Setop Korupsi" dan "Kami Tidak Percaya Pemerintah".
Menurut Lebanese National Agency, pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa di sekitar gedung parlemen.
Palang Merah Lebanon mengungkapkan bahwa sekitar 24 orang luka-luka akibat bentrokan itu.
Lebanon telah menderita angka pengangguran tinggi, pertumbuhan lambat, dan rasio utang tertinggi di dunia.
Kementerian Keuangan Lebanon mengungkapkan beban utang negara mencapai USD86,2 miliar selama kuartal pertama 2019.