Dunia

Korea Selatan denda Google USD177 juta karena salah gunakan dominasinya di pasar

Google diduga menghalangi produsen ponsel pintar lokal menggunakan sistem operasi yang dikembangkan oleh pesaingnya

Islam Uddin   | 14.09.2021
Korea Selatan denda Google USD177 juta karena salah gunakan dominasinya di pasar Dalam ilustrasi foto ini logo Google terlihat di ponsel pintar maupun layar komputer di Ankara, Turki pada 5 Agustus 2021. ( Ali Balıkçı - Anadolu Agency )

Ankara

ANKARA

Regulator antimonopoli Korea Selatan menjatuhkan denda sebesar USD177 juta pada raksasa teknologi global Google atas dugaan penyalahgunaan dominasi pasar di sistem operasi seluler dan pasar aplikasi.

“Sejak 2016, Komisi Perdagangan Bebas Korea (KFTC) telah menyelidiki Google atas tuduhan menghalangi produsen ponsel pintar lokal, seperti Samsung Electronics Co., menggunakan sistem operasi yang dikembangkan oleh pesaingnya,” papar Kantor Berita Yonhap.

Regulator mengatakan raksasa teknologi global menghambat persaingan pasar dengan mengharuskan pembuat ponsel pintar untuk mendapatkan "perjanjian anti-fragmentasi (AFA)" ketika mereka menandatangani kontrak utama dengan Google.

Di bawah perjanjian AFA, pembuat perangkat tidak diizinkan untuk memasang versi modifikasi dari OS Android, yang dikenal sebagai "Android forks" pada produk mereka. Mereka juga tak diperbolehkan mengembangkan modifikasi mereka sendiri.

Regulator juga sudah menginstruksikan Google mengakhiri praktik pemaksaan produsen perangkat android untuk menandatangani perjanjian AFA.

"Kami berharap langkah-langkah terbaru ini akan membantu menyiapkan panggung untuk kompetisi yang sehat di sistem operasi seluler dan pasar aplikasi. Langkah ini juga diharapkan membantu peluncuran produk dan layanan inovatif di pasar perangkat pintar," kata KTFC dalam sebuah pernyataan.

Google mengatakan pihaknya berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Pada April, otoritas Turki mendenda Google sebesar 296 juta lira Turki (USD36,6 juta) karena melanggar undang-undang persaingan negara.

Pada 2019, Komisi Eropa juga menjatuhkan denda USD1,69 miliar ke Google karena melanggar aturan antikepercayaan Uni Eropa pada iklan daring.

*Ditulis oleh Islamuddin Sajid

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın