Şahin Demir
12 April 2026•Update: 12 April 2026
Ketua parlemen Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat harus membuktikan kemampuannya membangun kepercayaan, seraya menegaskan Teheran akan menggabungkan diplomasi dengan kekuatan untuk mempertahankan hak-haknya.
Mohammad Bagher Qalibaf, yang memimpin delegasi Iran dalam perundingan dengan AS di Islamabad pada Sabtu, mengatakan melalui platform X bahwa Iran memasuki pembicaraan dengan itikad baik, namun tetap berhati-hati.
“Sekarang tergantung pada Amerika Serikat apakah mereka dapat memperoleh kepercayaan kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Iran akan terus melanjutkan upaya diplomasi seiring dengan langkah-langkah untuk melindungi hak-hak nasionalnya.
Qalibaf menyebut delegasi Iran telah mengajukan sejumlah proposal yang berorientasi ke depan dalam perundingan, namun pihak AS dinilai belum mampu membangun kepercayaan Teheran.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Pakistan dalam memfasilitasi pembicaraan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan setelah delegasi Iran dan Amerika Serikat mengakhiri putaran terbaru perundingan di Islamabad tanpa mencapai kesepakatan.
Negosiasi yang dimediasi Pakistan tersebut berlangsung melalui beberapa putaran diskusi dan pertukaran proposal, namun tidak menghasilkan terobosan.
Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan sejumlah perbedaan utama yang belum terselesaikan, meskipun sama-sama menyatakan perlunya melanjutkan upaya diplomasi.
Perundingan tersebut merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri perang antara AS dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari, di tengah gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh.