Dunia

Kepala NATO: Pasukan sekutu akan segera dikerahkan ke Ukraina usai kesepakatan damai

NATO menegaskan komitmen keamanan jangka panjang bagi Ukraina dengan rencana pengerahan cepat pasukan sekutu segera setelah tercapai kesepakatan damai dengan Rusia

Elena Teslova, Muhammad Abdullah Azzam  | 04.02.2026 - Update : 06.02.2026
Kepala NATO: Pasukan sekutu akan segera dikerahkan ke Ukraina usai kesepakatan damai Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

MOSKOW

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan pasukan sekutu akan langsung dikerahkan ke Ukraina segera setelah tercapai kesepakatan damai dengan Rusia.

Kehadiran militer tersebut mencakup unsur darat, udara, dan laut dari negara-negara anggota koalisi pendukung Ukraina.

Berbicara di parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, di Kyiv, Selasa (3/2), Rutte menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam kelompok informal “coalition of the willing” telah menyiapkan langkah konkret untuk menjamin keamanan Ukraina pascaperdamaian.

“Begitu perjanjian damai ditandatangani, akan segera hadir pasukan bersenjata, pesawat di udara, serta dukungan maritim dari negara-negara NATO yang telah menyepakati hal ini,” kata Rutte, sebagaimana dikutip dalam pernyataannya.

Ia menegaskan perhatian NATO terhadap keamanan Ukraina tidak akan berkurang meskipun terdapat berbagai tantangan global lain yang sedang berlangsung. Menurut Rutte, Ukraina tetap menjadi pusat perhatian aliansi dalam perhitungan keamanan kawasan dan internasional.

“Kami menyadari ada berbagai peristiwa global yang dapat memecah perhatian. Namun saya ingin menegaskan bahwa fokus kami tidak beralih dari Ukraina. Ukraina tetap dan akan terus menjadi inti dari pemikiran keamanan kami,” ujarnya.

Rutte juga menyebut NATO terus menjalin komunikasi harian dengan Ukraina serta secara rutin menyalurkan peralatan militer agar pasukan Ukraina mampu mempertahankan diri saat ini dan mencegah agresi di masa depan.

Menurut dia, sekitar 75 persen rudal yang digunakan di garis depan dan 90 persen rudal pertahanan udara yang diterima Ukraina disalurkan melalui mekanisme Prioritized Ukraine Requirements List (PURL).

“Melalui mekanisme PURL, jutaan euro dikontribusikan oleh negara-negara sekutu dan mitra. Sejak musim panas lalu, kami telah menyediakan sebagian besar rudal yang digunakan di medan tempur dan untuk melindungi wilayah udara Ukraina,” kata Rutte.

Ia menambahkan NATO memahami kebutuhan mendesak Ukraina dan terus berupaya memastikan kelancaran pengiriman bantuan militer melalui PURL maupun jalur lainnya.

Dokumen PURL juga menjadi rujukan utama dalam pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina atau format Ramstein, yang melibatkan lebih dari 50 menteri pertahanan negara sekutu.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memimpin upaya untuk mengakhiri perang Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022.

Rusia dan Ukraina dijadwalkan membahas kemungkinan kesepakatan damai dalam perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 4–5 Februari.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.