Hayati Nupus
31 Oktober 2018•Update: 01 November 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Kementerian Pertahanan RI mengatakan konflik antara Rusia dan Norwegia tak akan berpengaruh pada pameran industri pertahanan internasional Indo Defence 2018 Expo & Forum yang akan digelar Indonesia pada 7-10 November 2018 di Jakarta.
“Insya Allah tidak ada [pengaruhnya],” ujar Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI, Bondan Tiara Sofyan, Rabu, di Jakarta.
Bondan mengatakan bahwa Rusia akan menjadi satu dari 59 negara yang terlibat dalam pameran ini.
Bahkan Rusia sudah mengkonfirmasi akan mengirimkan perwakilan lembaga pertahanannya.
Demikian pula Norwegia juga akan turut serta dalam pameran ini.
Norwegia, kata Bondan, menjadi salah satu negara baru yang akan terlibat dalam pameran Indo Defence ke-8 ini.
Dia menambahkan negara baru lainnya yang terlibat adalah Jepang, Hungaria, Luxemburg, Selandia Baru, Vietnam, Bulgaria, Latvia, Polandia dan Belgia.
Ketegangan antara Norwegia dan Rusia terus berlangsung seiring dengan latihan perang Trident Juncture 2018 melibatkan sekitar 50 ribu personel 29 negara NATO yang digelar selama dua pekan di sekitar Norwegia.
Ini merupakan latihan perang balasan setelah Rusia menggelar latihan serupa melibatkan 300 ribu personel.
Pada saat yang sama, Indonesia menggelar pameran pertahanan Indo Defence yang diselenggarakan setiap dua tahun.
Dengan tema Building Global Defence Partnerships to Secure the Future, Indo Defense 2018 digelar bersamaan dengan pameran kedirgantaraan dan helicopter Indo Aerospace featuring Indo Helicopter 2018 Expo & Forum dan pameran kemaritiman Indo Marine 2018 Expo & Forum.
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan ada 59 negara yang turut serta dalam pameran ini. Juga akan hadir Menteri Pertahanan dan perwakilan lembaga pertahanan berbagai negara.