ANKARA
Kompetisi foto berita internasional Istanbul Photo Awards diterima sebagai salah satu kontes paling bereputasi di seluruh dunia, kata jurnalis foto Bangladesh Mohammed Shajahan, pemenang Photo of The Year.
Meski pandemi Covid-19 telah menjungkirbalikkan dunia, jurnalis foto terus bekerja dengan dedikasi tinggi untuk menyampaikan peristiwa di seluruh dunia dengan foto sebagai salah satu cara paling efektif.
Dalam periode yang begitu sulit, kontes Istanbul Photo Awards dari Anadolu Agency terus menunjukkan kepada semua orang betapa pentingnya foto untuk benar-benar memahami setiap kejadian.
Saat para pemenang diumumkan di semua kategori, fotografer Bangladesh Mohammed Shajahan berbagi cerita di balik foto penghargaan "Mom Love" dan mengungkapkan perasaannya setelah dianggap layak menerima penghargaan tersebut.
Menyebut dia pergi ke distrik Halishahar di tenggara provinsi Chittagong, Bangladesh untuk menghadiri pemakaman akibat virus korona, Shajahan mengatakan di sana dia melihat seorang "remaja berdiri di dekat pintu rumah, meletakkan beberapa bunga di pintu kaca dengan selotip."
"Dia menggambar tanda 'Cinta' dan menulis 'IBU' di sampingnya. Beberapa saat kemudian, Mahmuda Khanam datang ke pintu dengan masker di wajahnya dan mati-matian mencoba mencium bau bunga!" tutur dia.
Mengingat hal itu, dia kemudian memahami kesulitan yang dialami wanita berusia 44 tahun itu karena dia tidak bisa bernapas dan juga tidak bisa mencium bau bunga karena infeksi virus.
Memiliki cerita yang begitu kuat di baliknya, foto "Mom Love" menjadikannya orang yang memberi tahu dunia bagaimana virus mematikan mempengaruhi kehidupan sehari-hari orang-orang dari seluruh dunia.
"Seorang jurnalis foto tidak akan pernah bisa menghindari tanggung jawab sosial tidak peduli apa situasinya," ujar Shajahan, menekankan bahwa dia harus bekerja dalam situasi sulit apa pun.
Dia juga menekankan betapa pentingnya penghargaan ini baginya; "Kompetisi Istanbul Photo Awards sekarang dianggap sebagai salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia."
"Ini adalah kebanggaan besar. Penghargaan ini akan membawa saya banyak kepentingan dalam komunitas fotografi dan mendorong saya untuk berbuat lebih baik."
Tanggung jawab, organisasi, disiplin, profesionalisme
Dalam kategori Berita Tunggal, jurnalis foto AFP Yuri Cortez mendapatkan hadiah urutan kedua dengan karyanya yang menggambarkan para tahanan di penjara Quezaltepeque di El Salvador.
Menceritakan tentang fotonya, Cortez mengatakan bahwa dia berada di penjara dalam foto tersebut atas undangan otoritas penjara agar dia melakukan tur keliling.
Saya terkejut ketika saya memasuki blok sel pertama dan melihat betapa sesaknya tempat itu, kata Cortez.
Menggambarkan fotografer sebagai "pembangkit opini," Cortez menyatakan bahwa tidak penting apakah sebuah foto menceritakan kisah yang menyenangkan atau tidak karena yang terpenting adalah menyampaikan pesan dengan benar.
“Salah satu prinsip yang selalu saya pegang ketika saya melakukan pekerjaan saya adalah tanggung jawab, organisasi, disiplin dan profesionalisme yang diajarkan guru saya di perguruan tinggi,” ujar Cortez.
Dia mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa menerima penghargaan itu adalah "kejutan yang menyenangkan" dan mengatakan dia merasa bersyukur dengan pengakuan bahwa hadiah itu "penting dan bergengsi" baginya.
"Saya merasa berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik, itulah yang selalu saya coba lakukan ketika saya mengambil foto," tutur dia.
Foto buat perubahan
Jurnalis foto AP Petros Giannakouris memenangkan penghargaan tempat ketiga dengan fotonya yang mencerminkan kesulitan yang dihadapi oleh para pengungsi yang melarikan diri dari kamp yang mereka tempati di Yunani.
Dia juga memberitahu Anadolu Agency tentang pengalamannya, kisah fotonya, dan bagaimana perasaannya tentang penghargaannya.
Mengambil gambar beberapa zona kebakaran di kamp pengungsi dan migran Moria, dia mengatakan dia merasakan "kekuatan luar biasa saat itu."
"Gambar itu penuh dengan emosi," ucap Giannakouris, menekankan bahwa "kalian bisa merasakan drama di wajah orang-orang yang melarikan diri dari kamp karena kembali dilalap api."
Menyebutkan bahwa dia telah menekuni profesi ini selama sekitar 30 tahun, Giannakouris menggambarkan dirinya sebagai "romantis" karena dia percaya bahwa "sebuah gambar dapat membuat perubahan."
"Masyarakat harus diinformasikan, dan satu momen yang kuat bisa menggerakkan penonton berita," ungkap dia.
Dia mengatakan dia merasa "beruntung dan bahagia" untuk dihormati dengan penghargaan seperti itu dan menganggap penghargaan itu sebagai "kesempatan bagi orang untuk melihat gambaran dan belajar tentang hal ini."
Sambil memuji juri, dia juga mengaku mengagumi "pekerjaan mereka begitu hebat."
Informasi terkait juri 2021 dan foto pemenang penghargaan dapat diakses melalui website www.istanbulphotoawards.com.