Mohammad Sıo
08 April 2026•Update: 08 April 2026
Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mengkritik keras Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas dukungannya terhadap gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, dengan menyebutnya sebagai “kegagalan politik dan strategis.”
“Kami belum pernah melihat bencana politik seperti ini dalam sejarah kami. Israel bahkan tidak dilibatkan ketika keputusan terkait inti keamanan nasional kami dibuat,” tulis Lapid di platform X pada Rabu.
Ia menambahkan bahwa dampak dari kebijakan tersebut akan membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki.
“Akan memakan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan politik dan strategis yang disebabkan oleh Netanyahu akibat kesombongan, kelalaian, dan kurangnya perencanaan strategis,” ujarnya.
Lapid juga menyatakan bahwa meskipun militer dan masyarakat telah menjalankan peran mereka, pemerintah dinilai gagal mencapai tujuan.
“Militer telah melaksanakan semua yang diminta, dan rakyat menunjukkan ketahanan luar biasa, tetapi Netanyahu gagal secara politik dan strategis serta tidak mencapai tujuan yang ia tetapkan,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kantor Netanyahu menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan serangan militer terhadap Iran selama dua pekan.
Namun, kantor Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata dua pekan tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.
Trump sebelumnya mengumumkan pada Selasa bahwa ia setuju untuk menghentikan sementara serangan terhadap Iran selama dua pekan.