12 Januari 2026•Update: 14 Januari 2026
ANKARA
Israel tetap melanjutkan serangan artileri dan udara ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025, menurut keterangan sumber-sumber lokal Palestina.
Sumber setempat menyebutkan kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke arah timur Kota Khan Younis di Gaza selatan. Selain itu, artileri Israel juga menargetkan wilayah selatan kawasan Al-Mawasi di sebelah barat Kota Rafah.
Serangan udara dilaporkan menghantam lingkungan Tuffah di sebelah timur Kota Gaza, sementara kawasan timur kota tersebut juga menjadi sasaran tembakan artileri. Di wilayah tengah Jalur Gaza, kendaraan militer Israel menembaki area timur Kamp Pengungsi Al-Maghazi.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 442 warga Palestina dan melukai 1.236 orang lainnya.
Di tengah serangan yang terus berlanjut, Israel juga disebut secara ketat membatasi masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk pangan, obat-obatan, dan kebutuhan tempat tinggal ke Gaza. Sekitar 2,4 juta warga Palestina kini hidup dalam kondisi kemanusiaan yang sangat berat.
Sejak 8 Oktober 2023, serangan Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 orang. Infrastruktur sipil di wilayah tersebut dilaporkan hancur hingga sekitar 90 persen.
Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel juga melakukan pembongkaran rumah dan infrastruktur milik warga Palestina. Sumber lokal menyebutkan tentara Israel dengan dukungan buldoser merobohkan sebuah rumah milik warga Palestina di Desa Shuqba, sebelah barat Ramallah, dengan alasan tidak memiliki izin bangunan.
Di wilayah selatan Tepi Barat, pasukan Israel juga merusak sebuah sumur air di Kota Beit Ummar, dekat Al-Khalil, yang digunakan petani untuk irigasi pertanian. Penghancuran tersebut dinilai sebagai bagian dari kebijakan yang menargetkan sumber air dan infrastruktur pertanian di wilayah yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Warga Palestina menilai peningkatan serangan, pembongkaran rumah, pengusiran paksa, dan perluasan permukiman Israel merupakan langkah sistematis untuk mempersiapkan aneksasi de facto Tepi Barat.
Langkah aneksasi tersebut dinilai akan semakin menutup peluang penerapan solusi dua negara sebagaimana diamanatkan dalam resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menyatakan aktivitas permukiman di wilayah pendudukan sebagai pelanggaran hukum internasional.
Sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023, di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur sedikitnya 1.106 warga Palestina dilaporkan tewas, sekitar 11.000 orang terluka, dan lebih dari 21.000 lainnya ditahan oleh pasukan Israel dan warga Israel yang bermukim di wilayah pendudukan.