Tarek Chouiref
13 Juli 2026•Update: 13 Juli 2026
Iran memperingatkan bahwa setiap lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayahnya akan dianggap sebagai "target sah" untuk diserang sebagai balasan. Peringatan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan oleh Amerika Serikat maupun pihak lain untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Kementerian tersebut menyatakan negara-negara tetangga berkewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah wilayah mereka digunakan sebagai basis operasi militer terhadap Iran. Teheran menegaskan bahwa "asal dan titik peluncuran" setiap serangan akan menjadi sasaran angkatan bersenjata Iran.
Iran juga mengecam keras serangan Amerika Serikat yang dilakukan dalam 22 jam terakhir. Menurut Teheran, serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengancam perdamaian serta keamanan internasional.
Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Washington telah melanggar hampir seluruh ketentuan dalam Memorandum of Understanding yang ditandatangani 25 hari lalu. Iran juga menuding AS melakukan "kejahatan perang" dengan menyerang infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, dan fasilitas meteorologi.
Selain itu, Iran menuduh Amerika Serikat mencampuri pengaturan yang mengatur Selat Hormuz. Menurut Teheran, tindakan tersebut telah mengembalikan ketidakamanan di jalur pelayaran strategis itu sekaligus mengganggu aktivitas pelayaran komersial internasional.
Ketegangan di kawasan meningkat dalam beberapa hari terakhir menyusul saling serang antara pasukan Amerika Serikat dan Iran.
Pada Minggu, Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target di wilayah Iran.