Tarek Chouiref
23 Juli 2026•Update: 23 Juli 2026
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim sebuah kapal tanker minyak terdampak ledakan di Selat Hormuz, sementara dua kapal lainnya berbalik arah setelah mencoba melintasi jalur selatan di perairan strategis tersebut.
IRGC juga memperingatkan tidak akan mengizinkan kapal mana pun melintasi Selat Hormuz selama operasi militer Amerika Serikat masih berlangsung.
Dalam pernyataannya pada Kamis dini hari, IRGC mengatakan ketiga kapal tanker tersebut mencoba menggunakan jalur selatan di Selat Hormuz yang menurut mereka didorong oleh militer Amerika Serikat.
IRGC menyatakan satu kapal tanker terkena ledakan hingga terbakar, sedangkan dua kapal lainnya memutar balik pelayaran.
Kelompok itu juga menyatakan Selat Hormuz akan tetap "tertutup sepenuhnya" selama operasi militer AS masih berlangsung dan tidak ada kapal tanker yang diizinkan masuk ataupun keluar dari jalur perairan tersebut dalam periode itu.
IRGC memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa berkoordinasi dengan otoritas Iran akan menghadapi nasib serupa. Kelompok itu juga menuduh Washington membahayakan keselamatan pelayaran dan keamanan energi kawasan.
Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran sejak pekan lalu, sementara Teheran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di beberapa negara kawasan.
Saling serang antara kedua negara terus berlangsung meski Amerika Serikat dan Iran pada Juni lalu menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Februari dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.