Dunia, Ekonomi

Indonesia jadi pihak ketiga dalam gugatan Malaysia ke WTO terkait CPO

Pada 17 Maret lalu, WTO telah menggelar forum konsultasi antara Malaysia dan Uni Eropa

Umar Idris   | 01.04.2021
Indonesia jadi pihak ketiga dalam gugatan Malaysia ke WTO terkait CPO Petani memanen buah kelapa sawit di Banyuasin, Sumatra Selatan, pada 27 Maret 2019. Menurut Asosiasi Minyak Sawit Indonesia (GAPKI) pada tahun 2018, Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) dan turunannya total ekspor meningkat 8 % mencapai 34,6 juta ton dari 32,1 juta ton pada 2017. Namun, dalam hal nilai ekspor CPO turun 11% pada 2018 menjadi US $ 20,54 miliar dari US $ 22,97 miliar pada 2017 ( Muhammad A.F - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Indonesia akan menjadi pihak ketiga dalam gugatan yang akan diajukan Malaysia terhadap Uni Eropa (UE) ke Organisasi World Trade Organisasi (WTO), mengutip keterangan asosiasi pengusaha kelapa sawit Indonesia.

Indonesia tidak jadi mengajukan gugatan ke WTO bersama dengan Malaysia, karena Indonesia sudah mengajukan gugatan lebih dulu dari Malaysia, sebagaimana mencuat dalam kunjungan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin ke Indonesia, awal Februari 2021 lalu.

"Kunjungan Perdana Menteri Malaysia ke Indonesia pada Februari lalu memang menegaskan rencana Malaysia, namun sudah terlambat karena Indonesia sudah lebih dulu mengajukan, bisanya sebagai pihak ketiga," kata Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki), kepada Anadolu Agency, pada Kamis.

Gugatan Malaysia terhadap Uni Eropa mulai bergulir di WTO. Mengutip Bernama, pada 17 Maret lalu, WTO menggelar sesi konsultasi dengan Uni Eropa terkait gugatan yang diajukan Malaysia.

Forum konsultasi tersebut dipimpin oleh menteri perkebunan, industri, dan komoditi Malaysia, Mohd Khairuddin, dan dihadiri oleh perwakilan Indonesia dan Kolumbia sebagai negara peninjau, tulis Bernama.

Bernama menyebutkan, Malaysia mengajukan gugatan terhadap Uni Eropa ke WTO pada 15 Januari 2021.

Catatan Anadolu Agency, Indonesia mengajukan gugatan sejenis hampir setahun sebelumnya, yakni awal Desember 2019.

Dalam gugatan Indonesia terhadap Uni Eropa, Malaysia akan bertindak sebagai pihak ketiga yang akan memperkuat gugatan Indonesia.

Menurut Fadhil, pada 23 Maret nanti dijadwalkan WTO akan menggelar forum konsultasi sebelum WTO memproses gugatan Indonesia melalui sidang panel. "Perjalanan gugatan ini masih lama, diperkirakan tahun depan baru ada putusan," kata Fadhil.

Malaysia dan Indonesia adalah produsen minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia yang memasok sekitar 85 persen kebutuhan di pasar.

Uni Eropa melakukan pembatasan biofuel berbasis minyak sawit dengan alasan perkebunan kelapa sawit menyebabkan deforestasi atau pembabatan hutan. Menurut Malaysia dan Indonesia, kebijakan tersebut tidak adil dan meminta konsultasi dengan blok perdagangan tersebut melalui mekanisme WTO.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın