12 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pertemuan tahunan para Menlu negara OKI telah mengesahkan sekitar 120 Resolusi mengenai berbagai isu, baik isu-isu di bidang politik dan keamanan maupun ekonomi, sosial dan budaya.
Indonesia memberikan perhatian lebih terhadap berbagai konflik yang terjadi di kasawan Asia Tenggara seperti resolusi mengenai isu Rohingya dan resolusi atas situasi di Filipina Selatan.
Terkait masalah Rohingya, Indonesia mendorong OKI agar lebih berkontribusi terhadap upaya pencarian solusi jangka panjang di Rakhine untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
“Secara khusus, Indonesia mendorong agar OKI mendukung Pemerintah Myanmar dalam melakukan proses perdamaian di Rakhine State, termasuk dalam bentuk pemberian bantuan kemanusiaan serta peningkatan kapasitas,” ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melalui siaran pers.
Selanjutnya, mengenai permasalahan di Filipina Selatan, Indonesia secara khusus mendorong OKI dan masyarakat internasional memprioritaskan bantuannya kepada proses perdamaian di Filipina Selatan agar tidak terganggu dengan adanya ancaman keamanan berbagai kelompok teroris di kawasan.
“Indonesia juga menekankan bahwa ancaman keamanan dan teror di Mindanao telah menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan kawasan dan global.
Selain kedua resolusi tersebut, pertemuan juga mengadopsi resolusi mengenai tindak lanjut dari inisiatif Indonesia terkait pembentukan Contact Group on Peace and Conflict Resolution yang menyepakati untuk segera menyelesaikan penyusunan Terms of Reference (TOR) contact group tersebut.
Di samping itu, Indonesia juga telah menggagas dikeluarkannya resolusi terkait pentingnya kerja sama seluruh negara OKI pada forum OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF).
Resolusi IBRAF tersebut diusulkan Indonesia yang selalu memajukan peran penting media sebagai salah satu pilar demokrasi, serta merupakan salah satu pemangku kepentingan dalam upaya memerangi terorisme melalui pengelolaan berita yang positif dan konstruktif.
Di sela-sela KTM OKI, Menlu RI telah melakukan 17 pertemuan, antara lain dengan Palestina, Pakistan, Kyrgysztan, Uzbekistan, Tajkistan, Mesir, Qatar, Pantai Gading, Gambia, Kuwait, Bangladesh, Guniea, Suriname, Niger, Iran, Sekjen OKI, dan juga dengan Commissioner General dari UNRWA.
Dalam berbagai pertemuan tersebut, selain peningkatan kerja sama bilateral, juga secara khusus dibahas mengenai pencalonan Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB, kerja sama teknis, serta upaya untuk meningkatkan mekanisme kerja OKI agar lebih transparan, demokratis, dan inklusif.