Dunia

Indonesia ajak negara-negara bersatu tolak penimbunan vaksin Covid-19

Menlu Retno Marsudi tegas menolak politisasi vaksin karena berpotensi menyebabkan perpecahan geopolitik

Erric Permana   | 16.04.2021
Indonesia ajak negara-negara bersatu tolak penimbunan vaksin Covid-19 Aktivis berkumpul di Pfizer Head Quarter menyerukan perusahaan farmasi itu untuk memprioritaskan umat manusia daripada keuntungan, dan memastikan distribusi vaksin Covid-19 yang gratis dan adil di seluruh dunia, di New York City, Amerika Serikat pada 11 Maret 2021. (Tayfun Coşkun - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengajak negara-negara untuk bersatu menolak penimbunan, politisasi dan nasionalisme vaksin.

Dalam pertemuan GAVI-COVAX Facility yang digelar secara virtual pada Kamis, Retno Marsudi mengatakan terjadi ketimpangan antara negara berpendapatan tinggi dengan negara berpendapatan rendah dalam pemberian vaksinasi.

“Hampir 1 dari 4 orang penduduk di negara berpendapatan tinggi telah divaksin, sedangkan di negara berpenghasilan rendah baru 1 dari 500 orang yang sudah divaksin," jelas Retno dalam keterangan resminya pada Jumat.

Dia juga mengajak negara-negara untuk menolak politisasi vaksin karena berpotensi menyebabkan perpecahan geopolitik.

Dalam pertemuan itu, Retno juga menyampaikan apresiasi telah dikirimnya 38 juta vaksin ke 100 negara di 6 benua melalui skema Covax Facility.

Menurut dia, hal Ini menjadi bukti bahwa multilateralisme dapat membuahkan hasil yang konkret.

"Ini bukan sekadar kewajiban moral, tapi sebuah kepentingan bersama untuk memastikan semua orang aman. Solidaritas global harus dikedepankan," kata Menlu Retno.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, pertemuan dihadiri Kepala Negara, Pejabat Tinggi Negara, Organisasi Internasional, dan Perusahaan-perusahaan besar di bidang farmasi tersebut bertujuan untuk menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan vaksin global yang dikoordinasikan oleh COVAX Facility.

Untuk memenuhi target penyediaan 1,8 miliar dosis vaksin di tahun 2021, masih dibutuhkan tambahan dana setidaknya USD 2 miliar.

Pertemuan tersebut telah membuahkan hasil konkret berupa komitmen pendanaan hampir mencapai USD 400 juta dari Swedia, Norwegia, Belanda, Liechtenstein, Portugal, Jerman, dan Bill and Melinda Gates Foundation.

Kampanye penggalangan dana ini akan terus dilakukan, antara lain melalui pertemuan GAVI COVAX AMC Summit yang akan digelar di Jepang pada bulan Juni 2021, dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın