Muhammad Abdullah Azzam
21 Desember 2018•Update: 21 Desember 2018
Emad Matar, Hamdi Yıldız
RAMALLAH
Anggota Komite Pusat Gerakan Fattah Muhammad Ashtiyah menyatakan jika Israel masih melanjutkan serangannya, maka mereka tak akan menghormati perjanjian yang telah dibuat oleh kedua pihak, lapor kantor berita resmi Palestina WAFA.
Ashtiyah mengungkapkan Israel telah melanggar semua perjanjian dengan pihaknya.
Pemerintah Palestina, lanjut Ashtiyah, sedang menyiapkan prosedur untuk menjaga keamanan di wilayahnya.
Ashtiyah memperingatkan Israel bahwa pemerintah Palestina sedang dalam proses pengambilan keputusan terkait masalah ini.
Anggota Dewan Eksekutif PLO Ahmad Majdalani mengatakan para pemimpin Palestina akan mengadakan pertemuan secara menyeluruh di kantor kepresidenan di Ramallah Sabtu besok.
Dalam beberapa hari terakhir peristiwa ketegangan meningkat di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967.
Pasukan Israel meningkatkan aksi penyerbuan pasca-peristiwa penembakan terhadap warga Israel yang sedang menunggu di halte di dekat pemukiman ilegal Yahudi Ofra pada 9 Desember lalu.
Pasukan Israel pada 11 Desember juga menyergap pusat kantor berita resmi Palestina WAFA di Ramallah dan mengumpulkan para personilnya di satu ruangan.
Selain itu pemukim Yahudi yang tinggal di kota Nablus mulai memasang spanduk yang menyerukan pembunuhan terhadap Presiden Palestina Abbas.
Militer Israel membunuh warga Palestina yang diduga bertanggung jawab atas serangan bersenjata pada Minggu malam di dekat pemukiman Yahudi Ofra.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan perluasan wilayah pemukiman ilegal di Tepi Barat dan peningkatan jumlah pasukan di wilayah tersebut.