Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menjalani rangkaian diplomasi intensif selama penyelenggaraan KTT NATO ke-36 di Ankara dengan menggelar pertemuan bilateral bersama sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Slovakia Peter Pellegrini, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Dalam berbagai pertemuan di Kompleks Kepresidenan Turkiye, Erdogan membahas isu-isu mulai dari penguatan kerja sama pertahanan, hubungan ekonomi, konflik di Timur Tengah dan Ukraina, hingga masa depan hubungan Turkiye dengan Uni Eropa.
Pada pertemuan dengan Presiden Bulgaria Rumen Radev pada 6 Juli, Erdoğan mengatakan hubungan kedua negara terus berkembang di berbagai sektor, termasuk perdagangan, transportasi, industri pertahanan, dan energi. Ia juga menilai komunitas keturunan Turki di Bulgaria menjadi penghubung penting antara kedua negara.
Erdogan kemudian bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan menegaskan pentingnya KTT Ankara untuk membahas penguatan pertahanan kolektif serta peningkatan kerja sama industri pertahanan di antara negara-negara anggota aliansi.
Dalam pembicaraannya dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Erdoğan menyatakan kedua negara memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, keamanan, industri pertahanan, dan energi.
Ia juga kembali menegaskan dukungan Turkiye terhadap penguatan pilar pertahanan Eropa di dalam NATO, seraya menekankan bahwa upaya tersebut tidak boleh menggantikan hubungan transatlantik. Menurutnya, negara-negara anggota NATO yang bukan anggota Uni Eropa juga perlu dilibatkan dalam inisiatif pertahanan Uni Eropa.
Saat bertemu Presiden Finlandia Alexander Stubb, Erdogan menyambut positif meningkatnya hubungan dagang kedua negara. Ia juga menilai kontribusi Turkiye terhadap strategi keamanan Uni Eropa tidak boleh diabaikan dan menekankan bahwa kebijakan pertahanan Uni Eropa harus melengkapi, bukan menggantikan, NATO.
Dalam sejumlah pertemuan tersebut, Erdoğan menegaskan bahwa Türkiye terus mendorong penyelesaian konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta perang Rusia-Ukraina melalui dialog. Ia juga menekankan pentingnya tercapainya gencatan senjata permanen di Gaza dan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
Sambut Trump dalam kunjungan resmi pertama
Erdogan menyambut Trump di Bandara Ankara dalam kunjungan resmi pertamanya ke Turkiye sebelum menggelar upacara penyambutan kenegaraan di Kompleks Kepresidenan.
Sebelum pertemuan bilateral, Erdogan mengatakan penyelenggaraan KTT NATO di Ankara memberikan momentum penting bagi hubungan kedua negara.
Menanggapi pertanyaan mengenai program pesawat tempur F-35, Erdoğan mengatakan isu tersebut telah lama dibahas dengan Washington.
"Kami telah menerima komitmen mengenai lima pesawat F-35. Presiden Trump juga telah memberikan janjinya kepada kami. Saya percaya akan ada keputusan positif mengenai F-35 dari KTT ini karena Presiden Trump selalu menepati janjinya," ujarnya.
Erdogan dan Ibu Negara Emine Erdogan kemudian menjamu para pemimpin dunia dan pasangan mereka dalam jamuan makan malam resmi yang menyajikan hidangan khas Türkiye.
Bahas Iran, Eropa, dan kerja sama pertahanan
Pada hari kedua KTT, Erdogan bertemu Macron dan menyatakan sudah waktunya Turkiye dan Prancis meningkatkan target perdagangan bilateral serta memperluas kerja sama di berbagai bidang.
Mengenai Iran, Erdogan berharap nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dapat membuka jalan menuju perdamaian kawasan. Meski optimistis, ia mengingatkan semua pihak agar menghindari provokasi yang dapat menggagalkan proses tersebut.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Erdogan menyoroti pentingnya memperluas kerja sama di sektor industri pertahanan, investasi, energi, dan perdagangan.
Kepada Kanselir Jerman Friedrich Merz, ia mengatakan peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan industri pertahanan akan menguntungkan kedua negara. Erdogan juga kembali mengingatkan pentingnya menghindari tindakan yang dapat menggagalkan kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat.
Turkiye dan Inggris tanda tangani kemitraan pertahanan
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, kedua pemimpin menandatangani Dokumen Kemitraan Keamanan dan Pertahanan yang menegaskan komitmen bersama terhadap pertahanan masing-masing negara dan terhadap Perjanjian Atlantik Utara.
Erdogan juga bertemu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan menegaskan Türkiye akan terus mendukung rakyat Suriah serta memperkuat kerja sama bilateral. Menurutnya, menjaga Suriah tetap berada di luar konflik kawasan merupakan syarat penting bagi proses rekonstruksi negara tersebut.
Di sela-sela KTT, Erdogan juga menggelar pertemuan dengan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Dalam pertemuan itu, Erdogan menekankan bahwa Türkiye, sebagai negara kandidat Uni Eropa dan anggota Uni Pabean, berharap kebijakan baru Uni Eropa di bidang perdagangan dan investasi turut mencakup Türkiye mengingat eratnya integrasi ekonomi kedua pihak.
Selain itu, Erdogan juga bertemu Perdana Menteri Montenegro Milojko Spajic, Presiden Slovakia Peter Pellegrini, dan Perdana Menteri Albania Edi Rama di Kompleks Kepresidenan Türkiye.