Dunia

Delegasi Turki dan Yunani lakukan pembicaraan teknis ke-4 di NATO

Pertemuan yang digelar di Brussel itu bertujuan untuk mengurangi risiko di Mediterania Timur, kata Kementerian Pertahanan Turki

Muhammad Abdullah Azzam   | 18.09.2020
Delegasi Turki dan Yunani lakukan pembicaraan teknis ke-4 di NATO Ilustrasi: Markas NATO ( Foto file - Anadolu Agency )

Ankara

Zafer Fatih Beyaz, Kemal Karadag

ANKARA

Delegasi militer Turki dan Yunani pada Kamis kembali mengadakan pertemuan teknis di markas NATO guna membahas langkah-langkah mengurangi ketegangan di Mediterania Timur, ungkap Kementerian Pertahanan Turki.

Pembicaraan keempat itu diadakan di Brussel setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Pertemuan teknis awal telah diadakan pada 10 September lalu.

Pertemuan berikutnya dijadwalkan akan diadakan pada 24 September, kata kementerian Turki dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan itu berakhir.

Ketegangan di kawasan itu meningkat sejak Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur bulan lalu, setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial, Yunani telah menolak isyarat niat baik Ankara untuk menghentikan kegiatan sebelumnya.

Turki berulang kali memperpanjang eksplorasi energi kapal penelitiannya Oruc Reis di suatu area di dalam landas kontinen Turki, yang terakhir diumumkan pada 31 Agustus, terakhir kali berlangsung hingga 12 September.

Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki yang melanggar kepentingan Turki, negara yang memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania.

Ankara juga menekankan sumber daya energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara dan Siprus Yunani.

Di tengah ketegangan atas wilayah Mediterania dan eksplorasi energi, Turki berulang kali menekankan kesediaannya untuk memulai negosiasi tanpa prasyarat, berbeda dengan penolakan Yunani dalam beberapa pekan terakhir untuk memasuki dialog melalui NATO atau UE.

Pada Minggu, perdana menteri Yunani mengatakan dirinya siap untuk berbicara dengan Presiden Erdogan jika ketegangan antara kedua negara mereda.

Ankara secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki, melanggar kepentingan Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania.

Turki juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara dan Siprus Yunani.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın