Omer Yetkin Acar
13 April 2018•Update: 13 April 2018
Omer Yetkin Acar
SAO PAULO, Brazil
Kementerian Kesehatan Brazil pada Kamis mengatakan bahwa wabah demam kuning di Brazil telah memakan korban sedikitnya 300 orang sejak Juli 2017.
Lewat sebuah pernyataan, kementerian mengkonfirmasi ada lebih dari 1.127 kasus demam kuning dan 330 korban jiwa sejak musim panas tahun lalu.
Negara bagian Minas Gerais adalah daerah yang paling terkena dampak dengan 152 korban jiwa dan 480 orang yang sedang menjalani perawatan.
Di Sao Paulo ditemukan sebanyak 453 kasus dan 134 korban jiwa. Sementara di Rio de Janeiro, 63 orang meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Tahun lalu, pejabat kesehatan telah mengumumkan kampanye vaksinasi massal sebagai tindakan pencegahan. Kampanye ini dijadwalkan akan berakhir pada 2019.
Gejala demam kuning biasanya ditandai dengan demam, nyeri otot, sakit punggung, sakit kepala, menggigil, kehilangan nafsu makan, dan mual, dengan sebagian besar pasien membaik dalam tiga hingga empat hari.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam kasus yang parah, demam akan kembali meninggi selang sehari setelah gejala menghilang.
"Pasien akan merasakan sakit perut dan mual, yang kemudian diikuti pendarahan di mulut, hidung, mata atau perut," jelas WHO.
"Muntah dan feses akan disertai darah, dan fungsi ginjal memburuk. Sebagian pasien yang memasuki fase ini meninggal dunia dalam 10 hingga 14 hari, dan sebagian pasien lainnya bisa sembuh tanpa kerusakan organ yang signifikan," tambah badan kesehatan tersebut.