Servet Günerigök
04 Oktober 2022•Update: 13 Oktober 2022
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin menyampaikan keprihatinan atas tindakan pasukan keamanan Iran terhadap orang-orang yang menggelar aksi protes damai, dan Biden mengatakan Washington minggu ini akan menjatuhkan sanksi pada pelaku kekerasan terhadap pengunjuk rasa.
"Saya tetap sangat prihatin dengan laporan tentang tindakan keras yang semakin intensif terhadap pengunjuk rasa damai di Iran, termasuk mahasiswa dan wanita, yang menuntut persamaan hak dan martabat dasar manusia," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan AS akan mengenakan "sanksi lebih lanjut pada pelaku kekerasan terhadap demonstran damai" minggu ini.
Presiden AS menambahkan bahwa Washington akan terus meminta pertanggungjawaban pejabat Iran dan mendukung hak-hak warga Iran untuk melakukan aksi protes secara bebas.
Biden juga mengatakan AS akan memudahkan warga Iran untuk mengakses Internet, termasuk dengan memfasilitasi akses yang lebih besar ke platform dan layanan luar yang aman.
"Amerika Serikat juga meminta pertanggungjawaban pejabat dan entitas Iran, seperti Polisi Moral, yang bertanggung jawab menggunakan kekerasan untuk menekan masyarakat sipil," tambah dia.
Presiden menuduh Iran mengingkari kebebasan mendasar bagi rakyatnya dan menekan "aspirasi generasi berikutnya melalui intimidasi, paksaan, dan kekerasan."
Biden mengatakan AS mendukung wanita Iran dan semua warga Iran, yang katanya menginspirasi dunia dengan keberanian mereka.
Korban tewas dalam protes selama berminggu-minggu di Iran atas kematian Mahsa Amini pada 16 September telah bertambah menjadi 92 orang, menurut sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia, Minggu.
Pemerintahan Biden juga mengumumkan sanksi terhadap polisi moral Iran, yang menahan Amini sebelum dia pingsan dan kemudian dinyatakan meninggal di sebuah rumah sakit, karena dugaan kekerasan terhadap perempuan.
Iran, sebagai tanggapan, mengecam intervensi asing terkait insiden tersebut dan menyarankan negara-negara ini untuk “menghindari oportunisme dan penyalahgunaan hak asasi manusia secara selektif.”
Pada Minggu, Kementerian Intelijen Iran mengatakan telah menangkap sembilan warga negara asing karena terlibat dalam "kerusuhan" bersama dengan 256 anggota kelompok oposisi yang dilarang.
Keluarga Amini menuduh polisi memukulinya hingga menyebabkan dia terkena stroke. Investigasi pemerintah Iran atas insiden itu belum selesai.