Dunia

Badan nuklir PBB sebut tak ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran

Kepala IAEA Rafael Rossi mengulangi seruan ke Iran untuk mematuhi persyaratan kesepakatan nuklir

Askin Kiyagan   | 25.11.2021
Badan nuklir PBB sebut tak ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran Kepala badan pengawas nuklir PBB Rafael Grossi (Foto file - Anadolu Agency)

WINA

Kepala badan pengawas nuklir PBB pada Rabu mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Iran dalam pembicaraan baru-baru ini tentang perannya memantau program atom negara itu.

Berbicara pada konferensi pers di markas besar Badan Tenaga Atom Internasional di Wina, Direktur jenderal badan tersebut Rafael Grossi mengatakan pembicaraan di ibu kota Iran, Teheran, tidak meyakinkan.

Grossi, yang pernyataannya muncul setelah pertemuan kuartalan dewan badan tersebut, mengatakan bahwa meski dia telah mencoba untuk mengatasi kendala yang ditempatkan pada inspeksi di Iran setelah 23 Februari, masalah utama tetap ada pada keberadaan bahan nuklir yang tidak diumumkan di lokasi tertentu di Iran dan perlakuan staf IAEA di negara tersebut.

Iran berhenti mematuhi ketentuan kesepakatan nuklir 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), dengan Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Grossi menegaskan bahwa inspektur IAEA terus menghadapi masalah pada pemeliharaan dan pembaruan peralatan yang digunakan untuk memverifikasi dan memantau situs nuklir Iran.

Mengekspresikan kekhawatiran aliran informasi dari negara akan segera terhenti, Grossi meminta Iran untuk mengambil langkah segera untuk mematuhi peraturan keamanan internasional dan menerapkan prosedur keamanan sesuai dengan kewajiban hukumnya mengenai hak istimewa dan kekebalan inspektur badan tersebut.

Grossi pada Selasa mengunjungi Teheran untuk pembicaraan dengan pejabat senior, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dan kepala badan nuklir negara itu Mohammad Eslami.

Perselisihan antara Iran dan pengawas nuklir PBB telah muncul setelah laporan IAEA baru-baru ini mencatat peningkatan yang signifikan dalam persediaan uranium yang diperkaya tinggi di negara itu.

Laporan IAEA mengungkapkan "keprihatinan mendalam" atas keberadaan bahan nuklir di tiga lokasi yang dirahasiakan di negara itu, yang katanya tidak diketahui oleh badan tersebut.

Sebagai tanggapan, penjabat perwakilan Iran untuk Wina meminta negara-negara anggota badan tersebut untuk menghindari mengeluarkan "pernyataan tergesa-gesa atau bermotivasi politik" tentang kerja sama Iran dengan badan nuklir PBB.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın