Muhammad Nazarudin Latief
27 April 2018•Update: 27 April 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Negara-negara ASEAN sepakat menjadikan ekonomi digital dan niaga elektronik atau e-commerce sebagai masa depan perekonomian di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community Council (AECC) sebagai rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (ASEAN Summit) ke-32 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Namun, kata Menteri Enggar, masyarakat ASEAN juga menyadari bahwa konektivitas dan literasi digital masih menjadi masalah utama. Indonesia meminta agar ASEAN membangun bersama-sama konektivitas digital bagi niaga elektronik dan perdagangan jasa.
“Ini untuk memenangkan persaingan di era Revolusi Industri keempat yang sedang bergulir saat ini,” ujar Menteri Enggar dalam pernyataannya yang disiarkan dari Singapura, Jumat.
Seluruh negara anggota ASEAN, kata dia sepakat untuk segara memiliki perjanjian tentang pengaturan perdagangan elektronik.
Dalam soal perdagangan elektronik ini, kata Menteri Enggar, Indonesia tetap pada pendirian bahwa harus ada kesetaraan dan persaingan sehat antara perdagangan secara elektronik dan secara konvensional.
Dengan demikian, perlakuan pengenaan bea masuk atas barang yang diperdagangkan melalui transmisi elektronik dan konvensional, harus kurang-lebih sama.
Menurut Menteri Enggar, saat ini, Indonesia sedang melakukan penguatan ekonomi di dalam negeri, termasuk melalui berbagai paket kebijakan ekonomi, pengembangan infrastruktur yang mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah, dan pengembangan digitalisasi ekonomi dan birokrasi.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan ASEAN telah menghasilkan kemajuan penting untuk beberapa perjanjian penting.
Perjanjian tersebut adalah ASEAN Framework on Services Paket ke-10, ASEAN Trade in Service Agreement (ATISA), ASEAN Agreement on Electronic Commerce, dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
“ASEAN mempertimbangkan kerja sama perdagangan dengan mitra-mitra potensial, namun menekankan pentingnya penyelesaian perundingan perdagangan,” ujar dia.