Mohammed Amin
03 Juni 2019•Update: 05 Juni 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM, Sudan
Setidaknya lima pengunjuk rasa tewas dan puluhan lainnya terluka ketika pasukan keamanan bergerak membersihkan kamp protes utama di dekat markas tentara di ibu kota Khartoum, menurut penyelenggara demonstrasi.
Asosiasi Profesional Sudan (SPA) mengatakan pasukan keamanan menggunakan kekuatan berlebihan untuk membubarkan aksi demonstrasi.
"Milisi pemerintah secara agresif menyerang ribuan warga sipil dalam aksi itu," kata SPA dalam sebuah pernyataan.
Komite Sentral Dokter Sudan (CCSD) mengatakan lima demonstran tewas dan sejumlah lainnya terluka ketika pasukan keamanan membersihkan kamp.
Negosiator oposisi Abbas Medani dilaporkan sebagai salah satu yang terluka, menurut saksi mata.
Demonstrasi di dekat markas tentara menjadi magnet bagi demonstran untuk menuntut Dewan Militer Transisi (TMC) menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.
"Kami menganggap TMC bertanggung jawab atas apa yang terjadi pagi ini," kata SPA, yang kemudian memanggil demonstran "untuk bergabung dalam aksi menentang upaya ini".
Pada awal April, pasukan militer Sudan menggulingkan Presiden Omar al-Bashir yang telah 30 tahun menjabat, setelah berbulan-bulan demonstrasi rakyat menentang kekuasaannya digelar.
TMC kini mengawasi periode transisi dua tahun di mana dia berjanji untuk menggelar pemilihan presiden.
Demonstran tetap berada di jalanan menuntut agar TMC memberikan kekuasaan—sesegera mungkin—ke masyarakat sipil.