03 Oktober 2017•Update: 03 Oktober 2017
O’Brian Mwiinga
LUSAKA, Zambia
Lima pemimpin partai oposisi di Zambia pada Senin menekan Presiden Edgar Lungu menskors menteri dalam negeri dan sejumlah pejabat kabinet lainnya yang terlibat skandal pengadaan mobil pemadam kebakaran seharga USD 42 juta.
Mewakili pejabat-pejabat partai lainnya, Charles Milupi, kepala Aliansi Demokrasi dan Perkembangan (ADD), mengatakan kepada wartawan tindakan Lungu yang masih menunggu bukti lainnya sebelum mengangguhkan para pejabat adalah upaya melindungi mereka.
Sebelumnya, Menteri Informasi Chishimba Kambwili mengklaim perusahaan yang menjual 42 mobil pemadam kebakaran masing-masing seharga USD 1 juta itu melakukan tindakan suap. Klaim itu, menurut Milupi, adalah bukti yang cukup untuk mengindikasi adanya aktivitas korupsi.
Dia mengatakan sebagai mantan juru bicara pemerintah, Chishimba memiliki kesempatan untuk membuktikan klaimnya itu terhadap para pejabat.
Menurut pemimpin oposisi - termasuk pemimpin Partai Bersatu untuk Demokrasi Nasional (UPND) Hakainde Hichilema, pemimpin Gerakan Multipartai untuk Demokrasi (MMD) Nevers Mumba dan pemimpin Partai Rakyat (PP) Mike Mulogoti - mobil pemadam kebakaran yang canggih itu tidak diperlukan di bagian-bagian Zambia yang kurang maju.
"Membeli mobil pemadam kebakaran seharga USD 1 juta per truk terlalu mahal. Terdapat mobil pemadam yang lebih terjangkau seharga USD 150.000 hingga USD 350.000 yang bisa dibeli oleh pemerintah Zambia," kata Milupi.
Pekan lalu Menteri Dalam Negeri Steven Kampyongo membantah keterlibatannya dalam pengadaan mobil pemadam kebakaran.