Esra Tekin
13 Juli 2026•Update: 13 Juli 2026
Turkiye akan memperingati 10 tahun upaya kudeta 15 Juli 2016 melalui sebuah program khusus bertema "Kehendak Kita, Kemenangan Kita" yang akan digelar di ibu kota Ankara.
Direktur Komunikasi Turkiye Burhanettin Duran mengatakan Presiden Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan menghadiri acara tersebut.
Program peringatan akan diselenggarakan di Baskent Millet Garden, Ankara, pada Rabu.
"Dalam Program Khusus Peringatan 10 Tahun Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional 15 Juli yang akan diselenggarakan dengan partisipasi Presiden Recep Tayyip Erdogan, kita akan mengenang para syuhada dengan rahmat, rasa syukur, dan doa, menyampaikan penghargaan kepada para veteran kita, serta kembali menegaskan bersama dengan sekuat-kuatnya bahwa tidak ada kekuatan yang berada di atas kehendak rakyat," kata Duran.
Melalui unggahannya di platform media sosial Turki NSosyal, Duran mengatakan program tersebut akan mengenang perlawanan rakyat terhadap upaya kudeta sekaligus menegaskan kembali komitmen negara terhadap demokrasi dan kedaulatan nasional.
Ia menambahkan bahwa "perjuangan heroik" yang ditorehkan rakyat Turkiye melalui tekad mereka pada 15 Juli akan terus dikenang dengan semangat, keyakinan, dan persatuan yang sama.
Upaya kudeta yang gagal tersebut, yang menewaskan 252 orang dan melukai 2.734 lainnya, menurut pemerintah Turkiye direncanakan dan dilakukan oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO) beserta pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, Fethullah Gulen.
Peringatan 10 tahun Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional
Program peringatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional yang diperingati setiap 15 Juli di Turkiye untuk mengenang perlawanan masyarakat terhadap upaya kudeta pada 2016.
Duran mengatakan peringatan itu juga menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa kehendak rakyat merupakan landasan utama demokrasi dan tidak dapat digantikan oleh kekuatan apa pun.