Omer Urer
08 Februari 2023•Update: 16 Februari 2023
DUZCE, Turkiye
Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun, yang selamat dari gempa bumi tahun lalu di Turkiye, menyumbangkan celengan uang sakunya untuk membantu upaya evakuasi anak-anak lainnya yang menjadi korban gempa kuat pada Senin di selatan Turkiye.
Alparslan Efe Demir hatinya hancur saat melihat kerusakan parah di banyak kota akibat dua gempa kuat di televisi.
Hanya beberapa bulan yang lalu Demir harus tinggal di tenda-tenda yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana dan Kondisi Darurat (AFAD) Turkiye untuk sementara waktu setelah gempa berkekuatan M 5,9 melanda provinsi Duzce pada November tahun lalu.
Sakit hati ini melihat orang-orang mengalami masa-masa sulit, ungkap bocah itu memberi tahu ibunya Sinem Demir bahwa dia ingin mengirim uang di celengan itu kepada anak sebayanya.
Ibu dan anak itu mengunjungi kantor cabang Bulan Sabit Merah Turkiye di Duzce dan menyerahkan uang sakunya kepada kantor tersebut.
Bocah itu membuat para karyawan Bulan Sabit Merah Turkiye menangis karena surat yang ditulisnya untuk para korban gempa.
“Saya sangat takut ketika terjadi gempa bumi di Duzce. Saya memiliki ketakutan yang sama ketika saya mendengar tentang gempa di banyak kota kami. Itu sebabnya saya memutuskan untuk mengirimkan uang saku yang diberikan oleh orang tua saya,” tulis dia.
“Tidak apa-apa jika saya tidak membeli cokelat di sini. Anak-anak di sana tidak boleh kedinginan atau lapar. Saya akan mengirimkan pakaian dan mainan saya kepada anak-anak di sana,” ujar dia dalam surat itu.
Sedikitnya 7.108 orang tewas dan 40.910 lainnya terluka setelah dua gempa kuat mengguncang selatan Turkiye pada Senin, kata badan bencana negara itu pada Rabu.
Gempa dahsyat berkekuatan 7,7 dan 7,6 yang berpusat di provinsi Kahramanmaras, juga memberikan dampak kerusakan di 10 provinsi negara itu dan gempa tersebut mempengaruhi lebih dari 13 juta orang.
Beberapa negara di kawasan itu, termasuk Suriah dan Lebanon, merasakan dua gempa besar itu, yang terjadi di pusat berbeda dalam waktu kurang dari 10 jam.
Lebih dari 96.670 petugas tim SAR saat ini sedang bekerja di lapangan, kata Kepresidenan Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) dalam sebuah pernyataan.