Berita analisis

Uni Eropa serukan negosiasi langsung antara Israel dan Palestina

Uni Eropa berkomitmen untuk mendorong de-eskalasi, meluncurkan kembali pembicaraan dengan perspektif solusi dua negara

Ekip   | 12.05.2021
Uni Eropa serukan negosiasi langsung antara Israel dan Palestina Ilustrasi bendera Uni Eropa (Foto file - Anadolu Agency)

Brussels Hoofdstedelijk Gewest

BRUSSELS

Hanya negosiasi langsung yang dapat menyelesaikan semua masalah antara Israel dan Palestina, kata seorang pejabat Uni Eropa pada Selasa.

"Peristiwa dan eskalasi terbaru hanya menggambarkan betapa pentingnya menggelar kembali negosiasi untuk menemukan solusi damai yang berkelanjutan untuk situasi saat ini," kata Peter Stano, kepala juru bicara Komisi Eropa untuk urusan luar negeri, pada konferensi pers harian.

"Apa yang terjadi di wilayah Palestina, di Tepi Barat yang diduduki, di Yerusalem Timur, di dalam dan sekitar Gaza benar-benar sangat mengkhawatirkan bagi Uni Eropa," kata Stano.

Dia menambahkan bahwa "penembakan roket" dari Jalur Gaza terhadap populasi di Israel "sama sekali tidak dapat diterima".

Dia mendesak semua pihak untuk menegakkan hukum kemanusiaan internasional dan menghindari eskalasi lebih lanjut untuk melindungi sipil.

Dia juga menggarisbawahi bahwa upaya diplomatik Uni Eropa berusaha untuk segera mengakhiri "peningkatan kekerasan baru-baru ini" dan memulihkan "ufuk politik."

Uni Eropa berkomitmen untuk meluncurkan kembali negosiasi langsung antara Israel dan Palestina yang dapat mengarah pada solusi dua negara, imbuh Stano.

Beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan serius dalam ketegangan dan kekerasan di Tepi Barat yang diduduki, khususnya di Yerusalem Timur, atas penggusuran warga Palestina dari daerah Sheikh Jarrah untuk membangun permukiman Israel.

Pada Jumat dan Senin, pasukan Israel menyerang jemaah Muslim di dekat dan di Masjid al-Aqsa, situs Muslim paling suci ketiga di dunia, mereka menembakkan peluru berlapis karet, gas air mata, dan granat setrum dan melukai ratusan warga lainnya.

Kekerasan meningkat lebih lanjut sejak Senin malam.

Menurut Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, kelompok bersenjata Palestina telah meluncurkan sekitar 250 roket ke arah Israel, sementara militer Israel telah melancarkan serangan udara ke Gaza.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan menurut hukum internasional, sehingga membuat semua permukiman Yahudi di sana dianggap ilegal.

Seperti Turki dan sebagian besar komunitas internasional, Uni Eropa tak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang didudukinya sejak 1967.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın