Turki, Dunia, Berita analisis

EKSKLUSIF - Menlu Spanyol: Globalisasi baru adalah ciri khas dunia pasca-Covid-19

Dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Menteri Luar Negeri Arancha González Laya menyerukan Uni Eropa dan Turki untuk membangun rasa saling percaya

Mehmet Öztürk,Büşra Nur Bilgiç Çakmak   | 28.07.2020
EKSKLUSIF - Menlu Spanyol: Globalisasi baru adalah ciri khas dunia pasca-Covid-19 Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha González Laya. (Mehmet Öztürk - Anadolu Agency)

Ankara

Mehmet Ozturk, Büşra Nur Bilgic Çakmak

ANKARA

Turki dan Spanyol sepakat untuk memperpanjang agenda Aliansi Peradaban mereka yang telah berlangsung selama 15 tahun ke depan untuk menangani masalah-masalah global seperti xenofobia dan diskriminasi dalam masyarakat.

Pada akhir kunjungan pertamanya ke luar Uni Eropa (UE) pasca penyebaran Covid-19, Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha González Laya mengatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk memperbanyak agenda Aliansi Peradaban dalam memerangi ekstremisme.

Menyusul peristiwa tragis 11 September, kedua negara telah menetapkan agenda yang disebut Aliansi Peradaban untuk menghadapi teori ‘Clash of Civilization’ dan mencegah serangan balik terhadap Muslim di seluruh dunia.

“Agenda telah diperluas. Dan apa yang telah kami sepakati hari ini untuk berinvestasi sedikit lebih banyak dalam mendefinisikan kembali agenda positif untuk 15 tahun ke depan berdasarkan pengalaman 15 tahun terakhir ini,” ungkap Laya kepada Anadolu Agency dalam wawancara eksklusif di Ankara.

Laya mengatakan dirinya berkomunikasi dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu selama krisis pandemi Covid-19. Spanyol adalah salah satu negara yang paling parah terkena dampak pandemi dengan 272.421 kasus yang dikonfirmasi dan 28.432 kematian karena Covid-19.

Menteri Spanyol mengatakan dirinya ingin memulai kunjungan ke luar negerinya di luar Uni Eropa pertama dari Turki saat pandemi, guna membahas beberapa masalah seperti pemulangan warga, perkembangan di Mediterania, Libya, dan Suriah.

Anadolu Agency (AA): Rencana Aksi Bersama (Joint Action Plan) ditandatangani antara kedua negara pada tahun 1998. Apakah rencana ini berhasil dengan baik untuk meletakkan dasar-dasar hubungan bilateral atau sudah tiba saatnya untuk meninjaunya kembali berdasarkan keadaan saat ini?

Arancha González Laya (AGL): Itu masih berlanjut hingga sekarang. Saya bisa katakan bahwa perjanjian itu sangat membantu dalam mempererat hubungan sangat antara Turki dan Spanyol, tidak hanya di sisi ekonomi, pertukaran USD12 miliar setiap tahun dengan surplus yang baik pada perdagangan ini, dan investasi yang sangat besar dari perusahaan Spanyol ke negara ini.

Tetapi tidak hanya di sisi ekonomi dan perdagangan, tetapi ada juga dialog yang mendalam antara kementerian pertahanan kita. Kami melakukan dialog antara menteri dalam negeri kami. Kami juga menggelar dialog rutin antara tim urusan luar negeri.

Kami telah mendapat kerja sama di bidang-bidang seperti pariwisata atau kesehatan. Jadi, ini sangat luas dan telah berkembang dari waktu ke waktu, tidak hanya pada urusan G to G saja, tetapi juga kerja sama antar kota. Ada kegiatan yang sangat menarik dengan kota-kota di Turki seperti Ankara, Istanbul, Konya, Antalya, dan kota-kota sister city di Spanyol, di mana kerja sama tersebut tidak hanya antar pemerintah, tetapi juga antar kota dan antar pelajar.

Banyak mahasiswa Spanyol yang suka datang ke Turki untuk mengikuti Erasmus dan banyak mahasiswa Turki yang pergi ke Eropa untuk Erasmus ke Spanyol. Jadi, kerja sama dan jaringan mereka sangat luas, sangat dalam dan yang ingin kita lakukan adalah memperdalam mereka, karena kita melihat di kedua sisi bahwa ada peluang yang bisa dieksploitasi lebih baik lagi.

Perlu lebih banyak komunikasi antara Turki dan Spanyol

AA: Apakah Anda pikir masyarakat Turki dan Spanyol cukup mengenal satu sama lain? Bisakah Anda berbicara tentang langkah-langkah yang telah diambil sejauh ini untuk tujuan ini?

AGL: Mari kita katakan bahwa kita bisa saling mengenal dengan lebih baik. Dan itu membutuhkan lebih banyak komunikasi. Dan komunikasi ini harus berada di tingkat budaya. Di tingkat olahraga. Saya tahu ini adalah negara yang mencintai sepakbola. Ini adalah dialog yang harus diambil dengan lembaga think tank, dengan jurnalis, dengan pelajar dan bisnis.

Jadi, yang perlu kita lakukan adalah memperdalam komunikasi antara masyarakat kita. Kami menyebutnya komunikasi dengan orang-orang, karena itu adalah jaminan terbaik bahwa pada akhirnya, kami akan saling mengenal dengan lebih baik. Dan ketika seseorang mengenal satu sama lain dengan lebih baik, hubungan mereka lebih lancar. Dan ketika ada kesulitan, lebih mudah untuk mengelolanya karena kita telah mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang keinginan dan aspirasi pihak lain.

AA: Turki memiliki perang multi-dimensi melawan berbagai organisasi teror seperti PKK/YPG, Daesh/ISIS, dan FETO. Bagaimana Anda memandang pertarungan ini, yang juga melibatkan keamanan Eropa?

AGL: Ya, kami adalah negara yang tahu sedikit tentang terorisme karena kami sendiri juga mengalaminya. Jadi, ini adalah masalah sensitif bagi kami. Dan oleh sebab itu mengapa kami bersolidaritas, dengan perjuangan global Turki, kerja sama, atau perjuangan global melawan Daesh/ISIS.

Itu hanya contoh tempat kami bekerja bersama. Kami juga banyak berkolaborasi dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memerangi terorisme di seluruh dunia. Ini adalah masalah di mana kementerian dalam negeri dari kedua negara dalam dialog, yang mungkin bisa memperdalam lebih lanjut.

AA: Apa yang ingin Anda katakan tentang perkembangan di Libya? Dalam sebuah pernyataan, Anda baru-baru ini mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) harus mempertimbangkan Mediterania Timur sebagai tempat yang lebih strategis. Bisakah Anda menjelaskan lebih lanjut tentang pernyataan ini? Apakah ini akan meredakan kekhawatiran Turki atau menyebabkan konfrontasi lebih lanjut antara Turki dan UE?

AGL: Yang pertama, Laut Mediterania adalah laut kita bersama. Kami berbagai dengan Turki, dan juga dengan Yunani Siprus, Libya, Italia, Prancis, Aljazair, dan Maroko. Kita semua berbagi laut ini dan oleh karena itu kita semua bertanggung jawab untuk memastikan bahwa ada keselamatan, keamanan, dan kemakmuran di Mediterania.

Itulah sebabnya kami Spanyol prihatin dengan apa yang terjadi di Libya, karena mengancam keamanan Mediterania, dan oleh karena itu juga menjadi ancaman bagi keamanan Spanyol. Dan inilah mengapa kami menyerukan pesan saya kepada Ankara untuk mengadakan gencatan senjata tanpa syarat oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik di Libya. Dan mendorong pihak-pihak di Libya untuk kembali ke meja perundingan untuk menegosiasikan penyelesaian politik di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam proses Berlin.

Itulah yang ingin kita lihat jawabannya ada di tangan rakyat Libya. Yang harus kita lakukan adalah memastikan bahwa Libya didorong ke meja perundingan dan menemukan solusi yang akan mengakomodasi mereka semua. Sementara itu, kami juga sangat sensitif di Eropa dan Spanyol.

Kami berbagi kepekaan ini untuk memastikan bahwa embargo senjata yang disetujui PBB akan dihormati oleh semua pihak. Kami pikir penting untuk menghormati komitmen yang kita semua ambil di PBB untuk mencegah aliran senjata.

AA: Apa mekanisme untuk itu? Karena Libya adalah negara besar yang memiliki perbatasan laut dan perbatasan darat yang tidak terkontrol dengan negara-negara Afrika lainnya mulai dari Mesir, Sudan, Chad dan negara-negara lain.

AGL: Kami di UE ingin memberikan kontribusi sederhana untuk menghormati embargo senjata. Untuk itu, kami sepakat untuk meluncurkan operasi bernama Irini, yang bertujuan untuk memastikan embargo lewat kontrol laut, udara, dan darat menggunakan kapal, kapal, pesawat, dan satelit.

Tentu saja, ini hanya kontribusi. Yang kita butuhkan adalah komitmen di pihak semua penandatangan embargo senjata PBB ini untuk menghormatinya. Itu penting karena ini mungkin cara yang terbaik untuk mendorong para pihak kembali ke meja perundingan.

Upaya Spanyol melawan pandemi

AA: Apa tindakan tepat yang telah dilakukan pemerintah Spanyol untuk membendung penyebaran Covid-19 ketika musim pariwisata telah dibuka dan jutaan orang datang dari Inggris dan orang yang terinfeksi terus menghantui negara Anda di musim panas?

AGL: Pandemi di Spanyol telah dikendalikan. Jadi, kami telah mengambil langkah-langkah untuk melacak dan mendeteksi warga yang terinfeksi, melacak kontak mereka, dan mengisolasi mereka yang positif terpapar.

Pastikan jarak sosial dengan ketat, sehingga kita bisa melindungi tetangga mereka. Tetapi kita juga tahu, seperti negara lain di dunia kita akan hidup dengan Covid-19 di dalam masyarakat kita sampai ada vaksin atau perawatan yang benar.

Jadi, langkah yang sangat sulit, tetapi kita tidak bisa mencegah wabah itu terjadi. Dan ketika itu terjadi, yang kami lakukan adalah mengisolasi kasus-kasus itu. Dan apa yang kami lakukan justru adalah mengisolasi masalah sehingga seluruh negeri dapat terus hidup dengan aman.

Memang, sekali lagi upaya besar setiap daerah di Spanyol telah memulai cara ini berdasarkan pada protokol yang umum untuk semua wilayah yang diputuskan dengan pemerintah pusat untuk memastikan Spanyol tetap menjadi negara yang aman. Karena kami belum memiliki vaksin atau perawatan. Jadi, kita harus belajar untuk hidup dengan virus hingga memastikan virus itu hilang dari Spanyol.

AA: Anda membela gagasan bahwa Covid-19 akan membawa globalisasi dalam bentuk baru. Bagaimana ini akan mempengaruhi wilayah Mediterania khususnya dan dunia pada umumnya dalam hal geopolitik dan ekonomi?

AGL: Nah, apa yang kita lihat dalam Covid-19 adalah beberapa tren yang semakin ditekankan dari yang ada sebelumnya. Kami melihat langkah menuju digitalisasi dan ini telah dipercepat. Kami telah melihat ini dalam pendidikan. Kami telah melihat ini dalam urusan pembayaran.

Kami melihat ini di pembelanjaan online. Kami cenderung mengurangi karbonisasi ekonomi kami menjadi praktik produksi dan konsumsi yang lebih berkelanjutan. Dan ini telah dipercepat dengan pandemi karena kita telah menyadari pentingnya menjalankan ekonomi kita secara berkelanjutan.

Lebih ditekankan lagi kesadaran bahwa ketidaksetaraan tidak baik bagi demokrasi kita. Kita telah melihat bagaimana krisis ekonomi kita memengaruhi orang miskin. Jadi, semua tren ini ada di sana sebelumnya.

Covid-19 telah membawa masalah ini ke kehidupan baru. Saya pikir ini adalah dunia yang akan diglobalisasi kembali. Kami melihat re-globalisasi. Energi yang menggerakkan globalisasi di masa depan adalah teknologi. Dan oleh karena itu, kita semua perlu memastikan bahwa teknologi dapat diakses, tersedia, terjangkau bagi semua warga negara untuk semua urusan, dan semua urusan kita adalah bagian dari gelombang globalisasi baru yang disebut teknologi digital ini.

AA: Apa langkah-langkah yang akan diambil Spanyol dan UE saat membuka kembali perbatasan mereka untuk menghindari wabah virus korona?

AGL: Apa yang telah kami lakukan adalah memastikan kami membuka perbatasan secara bertahap, dan mulai dengan negara-negara yang memiliki tingkat epidemiologis yang serupa dengan yang lazim di Eropa. Jadi, kami ingin membuka perbatasan bukan berdasarkan kriteria diplomatik atau konvensi politik, tetapi melihatnya dengan data epidemiologis.

Apa yang ada dalam pikiran kita adalah untuk memerangi pandemi. Dan untuk melawan pandemi, kita harus jernih dan terbuka secara bertahap. Pertama, bagi mereka yang memiliki data epidemiologi yang lebih baik. Itulah bagaimana kita akan dapat memulihkan penyebaran di negara kita sambil memastikan bahwa kita melindungi kesehatan warga kita.

AA: Spanyol adalah salah satu negara utama yang mendukung keanggotaan Turki di UE. Negosiasi telah ditangguhkan sekarang. Apa jalan keluarnya atau adakah peluang pemulihan negosiasi? Akankah Spanyol mendukung langkah-langkah menuju pembukaan bab-bab baru dalam proses keanggotaan UE di Turki dan kemajuan dalam pembicaraan pembebasan visa?

AGL: Saya pikir yang hilang adalah kepercayaan dan keyakinan. Jadi, kita perlu membangun kepercayaan. Dan dibutuhkan dua pihak untuk membangun kepercayaan ini. Uni Eropa di satu sisi dan Turki di sisi lain. Jadi, yang perlu kita lakukan dan itu juga merupakan tujuan kunjungan saya ke Turki untuk memastikan bahwa kita membangun kepercayaan antara Turki dan Uni Eropa.

Pada akhirnya, pembicaraan tentang aksesi, negosiasi kami dengan negara yang ingin menjadi anggota keluarga UE untuk memperbesar keluarga, Anda perlu memastikan bahwa Anda mempercayai pihak lain dan pihak lain mempercayai Anda. Ini saling menguntungkan.

Jadi, saya pikir apa yang sangat kita butuhkan adalah membangun kepercayaan. Kepercayaan dibangun tidak hanya dengan mengatakan itu, tetapi dengan berlatih. Saya pikir saya yakin jika ada kemauan, kita akan menemukan cara untuk menanamkan kepercayaan lebih pada hubungan kita.

AA: Dalam pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri UE baru-baru ini di Brussels, Turki jadi topik pembicaraan. Anda menggambarkan Turki sebagai tetangga yang memiliki hubungan istimewa dengan UE dan merupakan mitra NATO, tetapi tindakan Turki dipandang dengan sinis oleh blok Eropa. Apa kekhawatiran ini tentang Turki?

AGL: Ya, Turki bukan hanya sebagai mitra, tapi juga sekutu di NATO, dan bukan hanya teman. Di NATO Anda tidak memiliki teman yang ada memiliki sekutu. Itu lebih dari sekadar teman. Pihak yang memiliki kepentingan yang sama dengan keamanan Anda. Inilah yang dibagikan Spanyol dengan Turki.

Berbagi baterai rudal yang kami miliki di sini dengan negara yang membantu melindungi negara ini dari negara ketiga. Jadi, itu adalah tingkat hubungan yang dimiliki negara seperti Spanyol yang merupakan anggota NATO dengan Turki. Sekarang, yang telah kita lihat dan ini juga yang telah saya diskusikan dengan

Menteri Cavusoglu, beberapa langkah sepihak di Turki belakangan ini, baik di Mediterania Timur atau di Libya, dalam bidang migrasi. Semua ini adalah area di mana kami memiliki tujuan yang sama dengan Turki, di mana kami memiliki kesulitan yang sama. Tetapi ada kekhawatiran di pihak Uni Eropa tentang beberapa langkah yang telah diambil Turki.

Jadi, saya pikir ketika hal-hal ini terjadi, dan saya yakin Turki juga memiliki kepekaan terhadap langkah-langkah yang diambil Eropa, jadi itu bukan permainan tuduhan. Ini adalah permainan memahami apa perspektif pihak lain.

Hanya ketika Anda mengerti ketika Anda mendengarkan pihak lain Anda akan dapat menemukan jalan ke depan. Sekali lagi, itulah yang saya coba lakukan dengan mendatangi Turki untuk berdiskusi dengan otoritas Turki.

Migran ilegal jadi perhatian umum

AA: Apakah menurut Anda dukungan UE ke Turki dalam perangnya melawan terorisme sudah cukup? Apakah Turki menerima dukungan yang cukup dalam menampung pengungsi Suriah dan upayanya dalam menangani migrasi ilegal?

AGL: Ya, pada kenyataannya, Spanyol memiliki banyak kekhawatiran bahwa Turki menampung banyak migran ilegal karena kami juga negara yang menghadapi tantangan yang sama.

Jadi, bukan karena kita tidak mengerti tantangan apa yang dihadapi Turki. Kami memiliki tantangan yang sama; kita menghadapi kesulitan yang sama. Saya pikir pandangan jujur ​​saya adalah kita berusaha memerangi migrasi ilegal, cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan rasa tanggung jawab bersama.

Bekerja bersama untuk memastikan ini tidak terasa seperti masalah yang dimiliki pihak lain atau masalah yang Anda miliki penting dalam dialog dengan tetangga Anda, dan pasangan Anda, tetapi masalah yang dimiliki oleh kedua belah pihak. Ini adalah dasar untuk menemukan cara mengelola migrasi ilegal.

Jangan sampai kita lupa bahwa banyak dari migrasi ini berada di tangan penyelundup manusia, jaringan kriminal yang berkembang di kesengsaraan warga negara lain. Harus ada rasa tanggung jawab yang besar. Dalam kasus kami, Turki dengan negara-negara anggota UE perlu memerangi jaringan kriminal yang berkembang karena kesengsaraan rakyat.

Itulah yang kami pikir harus kami lakukan. Ini tentunya yang kami coba lakukan dengan tetangga sebelah kami. Inilah yang kami lakukan dengan Suriah, Maroko, Mauritania, Guinea, dan Senegal, memahami bahwa ini adalah tantangan bersama kami bukan hanya tantangan Spanyol.

Yah, saya pikir itu sama juga untuk Mediterania Timur. Ini bukan hanya tantangan Turki. Ini adalah tantangan Turki dan UE dan cara terbaik untuk mengelolanya adalah melalui dialog di antara kami.

Saya pikir Eropa memahami solidaritas luar biasa yang telah ditunjukkan Turki kepada para pengungsi dari Suriah. Dan inilah mengapa Eropa telah mendukung dan terus mendukung Turki secara signifikan dalam upayanya menampung para pengungsi Suriah.

Saya pikir apa yang penting sekarang adalah untuk memastikan bahwa kita semua, Turki dan UE, bersama dengan beberapa tetangga juga termasuk Rusia, berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di Suriah sebagai prasyarat untuk memastikan rakyat Suriah dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.

Di situlah kita perlu meletakkan kursor sekarang dalam memastikan stabilitas di Suriah, dan membagikan beban Turki dan UE soal pengungsi Suriah.

AA: Anda mengatakan bahwa mendukung negara-negara Amerika Latin dengan langkah konkret untuk pemulihan setelah krisis pandemi harus menjadi prioritas bagi UE. Menurut Anda, tindakan apa yang diperlukan untuk itu?

AGL: Ya, kami telah berdialog dengan negara-negara Amerika Latin, yang sebagian besar adalah negara-negara berpenghasilan menengah. Dan salah satu kesulitan yang dimiliki oleh negara-negara berpenghasilan menengah ini dan mereka memiliki kesulitan yang sama dengan kami pada dasarnya, perlu memastikan vaksin dan pengobatan terhadap Covid-19 akan tersedia, itu akan tercapai.

Itu prioritas nomor satu. Tetapi prioritas nomor dua adalah akses ke keuangan untuk negara-negara berpenghasilan menengah. Anda melihat negara-negara yang tidak paling miskin tidak mendapatkan pembiayaan dengan persyaratan yang mudah.

Tetapi beberapa negara memiliki kesulitan dalam keadaan keuangan yang ketat saat ini untuk mendapatkan akses ke modal dan kredit yang diperlukan untuk meningkatkan ekonomi mereka. Jadi, ini adalah dua bidang besar, akses terhadap vaksin dan pengobatan terhadap Covid-19 dan akses ke keuangan, modal, dan kredit untuk dapat keluar dari krisis.

Kami bekerja dengan negara-negara Amerika Latin dan kami akan terus memajukan agenda bersama ini karena menurut kami ini penting. Spanyol memiliki hubungan historis dan istimewa dengan benua itu.

Aliansi Peradaban lawan perselisihan peradaban 

AA: Pada tahun 2005, Spanyol di PBB telah menyerukan untuk membentuk Aliansi Peradaban yang berbeda dengan argumen Clash of Civilisations, sebuah tesis bahwa identitas budaya dan agama masyarakat akan menjadi sumber utama konflik di dunia pasca-Perang Dingin. Spanyol dan Turki telah berkomitmen untuk bekerja sama untuk mempromosikan aliansi peradaban ini. Apa saja elemen dari kerja sama ini dan seberapa pentingkah dalam situasi saat ini? Sekarang 15 tahun ke depan, kemajuan apa yang telah dicapai dalam masalah ini?

AGL: Kami menyiapkan agenda Aliansi Peradaban 15-tahun yang lalu. Itu adalah latihan yang banyak berhubungan dengan kejadian 11 September dan mencegah serangan balik terhadap Muslim. Sekarang, 15 tahun kemudian, saya pikir adil untuk mengatakan bahwa mungkin kita harus memperluas agenda.

Karena agenda yang jauh lebih luas, hari ini adalah perjuangan melawan xenofobia dan diskriminasi, pemahaman tentang keberagaman, dan perjuangan melawan ekstremisme. Dan juga, prasangka terhadap migran. Agenda telah diperluas. Dan yang kami sepakati hari ini adalah berinvestasi sedikit lebih banyak dalam mendefinisikan kembali agenda positif untuk 15 tahun ke depan berdasarkan pengalaman 15 tahun terakhir ini.

AA: Pemerintah Anda telah membuka pembicaraan dengan para pemimpin Katalonia, saya pikir awal tahun ini setelah kontroversi besar. Apa kemajuan dan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini?

AGL: Anda hanya bisa belajar hidup dengan perbedaan yang Anda miliki. Jika Anda menelaah ini melalui dialog dan penghormatan terhadap hukum, dan kami coba mempertahankan dialog, diskusi, debat, pemahaman di dalam batas-batas hukum. Hukum adalah apa yang menyatukan kita adalah apa yang membuat kita menjadi negara dan komunitas.

Tetapi dalam komunitas ini menggunakan dialog sebagai sarana untuk memahami berbagai perspektif dan sudut pandang yang berbeda dan pemerintah ini selalu mengatakan metode ini adalah dialog dan kami tetap berkomitmen untuk ini.

AA: Meski ada tiga referendum yang menguntungkan Inggris di Gibraltar sebelumnya, menurut Anda apakah pemungutan suara baru diperlukan di wilayah ini di era pasca-Brexit? Apa tantangan utama di perbatasan Gibraltar-Spanyol dan bagaimana pendekatan pemerintah Spanyol terhadap masalah-masalah itu?

AGL: Ya, ini diskusi tentang Inggris dan Uni Eropa. Dan Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan UE melalui pemungutan suara. Kami tidak setuju dengan hasilnya. Tetapi kami menghormati keputusan yang dibuat rakyat Inggris untuk diri mereka sendiri.

Nah, itu baru setengah dari cerita. Setengah lainnya adalah hubungan seperti apa yang akan dimiliki Inggris dengan sisa UE pasca Brexit. Itulah yang kami coba bangun sekarang. Ini mempengaruhi Spanyol secara lebih individual karena ada aspek Gibraltar dalam hubungan antara Spanyol dan Inggris.

Kami percaya bahwa semakin dekat hubungan antara Inggris dan Spanyol, semakin baik, semakin dekat hubungan antara Inggris dan Uni Eropa, semakin baik juga itu. Itulah visi kami dan itulah yang kami coba untuk tunjukkan dalam negosiasi.

Tetapi kita perlu memahami keinginan di pihak Inggris. Apakah mereka sama-sama tertarik dengan hubungan dekat ini jelas tidak bisa sedekat menjadi anggota UE karena mereka telah memutuskan untuk tidak menjadi anggota UE.

Bola ada di pihak mereka, dan kami menunggu untuk mendengar dari mereka negosiasi antara Uni Eropa dan Inggris berjalan sangat lambat dan itulah mengapa negosiasi antara Spanyol dan Inggris atas Gibraltar juga berjalan sangat lambat.

Jawabannya adalah menelepon ke London dan menemukan apa yang akan mereka lakukan. Kita tahu bahwa masa transisi berakhir pada 31 Desember 2020. Inggris telah membuat sangat jelas bahwa mereka tidak ingin memperpanjang masa transisi setelah 31 Desember. Jadi, kami menunggu untuk melihat hubungan seperti apa yang mereka bayangkan untuk masa depan.

Perlawanan terhadap Islamophobia di Spanyol

AA: Ujaran kebencian dan intoleransi terhadap agama seperti Islamofobia sedang meningkat di Spanyol, menurut angka-angka dari Kementerian Dalam Negeri negara itu, dan gerakan politik sayap kanan sedang menggapai dukungan dalam pemilihan baru-baru ini di Spanyol. Bagaimana pemerintah menangani masalah-masalah yang menjadi perhatian global?

AGL: Ya, kita harus berinvestasi dalam pendidikan, kita harus berinvestasi dalam membina dan memelihara kehidupan dalam keragaman di masyarakat. Spanyol adalah negara yang beragam. Kami beragam dari bahasa, dari agama, sentimen.

Tetapi kita perlu memupuk gagasan bahwa kita dapat hidup bersama dengan keragaman ini dan untuk itu diperlukan dialog, yang juga kami coba lakukan melalui Kementerian Luar Negeri. Kami telah melakukan dialog khusus dengan berbagai komunitas yang kami asuh melalui casa, yang artinya rumah.

Casa yang saya maksudkan adalah think tank, yang melaluinya Kementerian Luar Negeri mendorong pemahaman pengetahuan dan komunikasi antara orang-orang dari agama yang berbeda yang memiliki keyakinan berbeda dan dari latar belakang yang berbeda untuk belajar hidup bersama.

AA: Hubungan AS-Spanyol tegang karena masalah pajak digital. Bagaimana mengatasi masalah ini? Bisakah Spanyol dan UE menghadapi AS dalam masalah ini?

AGL: Baiklah, pertama izinkan saya memberi tahu Anda bahwa hubungan antara Spanyol dan AS itu sehat, dan hubungan keduanya sehat karena mereka tahan lama, dan telah mengakar. Tetapi memang benar bahwa seperti dalam hubungan apa pun, ada hal-hal yang Anda setujui dan ada hal-hal yang tidak Anda setujui.

Saat ini kami tidak setuju dengan pajak kegiatan digital nilai tambah. Ini adalah sesuatu yang tidak disetujui Spanyol, seperti banyak negara lain di seluruh dunia, termasuk banyak di UE, karena kami beranggapan sistem fiskal kami tidak akan menyalahkan keadilan.

Kita tidak dapat memiliki seluruh bagian ekonomi kita, sektor digital tidak membayar pajak ketika bagian analog ekonomi membayar pajak. Sekarang, bagi kami, cara terbaik untuk melanjutkan adalah memiliki pemahaman tentang OECD.

Untuk sistem perpajakan dari kegiatan digital nilai tambah, kami lebih memilih untuk memiliki satu sistem daripada setiap negara yang memiliki sistemnya, itulah sebabnya apa yang kami lakukan dalam mempromosikan dan berinvestasi dalam negosiasi OECD.

Kami akan selalu ingin melanjutkan dialog kami dengan AS. Ini adalah cara terbaik untuk mengelola perbedaan. Tetapi yang ini, saya pikir Eropa jelas telah menempatkan gagasan perpajakan digital dalam dana pemulihannya yang baru-baru ini diadopsi oleh para pemimpin UE sebagai tanggapan terhadap Covid-19.

AA: Anadolu Agency Bahasa Spanyol bertindak sebagai jembatan antara dua budaya. Apakah Anda mengikutinya?

AGL: Ya, saya harus memuji kalian karena membuka divisi yang berbahasa Spanyol. Saya pikir ini akan sangat berkontribusi untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih baik tentang komunitas berbahasa Spanyol di seluruh dunia yang sebagian besar jelas di benua Amerika, di Amerika Utara, Amerika Latin, yang diorganisir dengan sangat baik.

Saya menantikan untuk membaca dari Anda dan mendengarkan sesuatu dari desk Spanyol Anadolu Agency.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın