Ekonomi, Berita analisis

Apakah mata uang kripto ubah perspektif kita tentang uang?

Meski visibilitas mata uang kripto meningkat, dalam hal kepercayaan mereka tampak lebih rendah dari uang kertas yang didukung pemerintah

Aysu Biçer   | 04.05.2021
Apakah mata uang kripto ubah perspektif kita tentang uang? Ilustrasi: Mata uang kripto. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

ANKARA

Dari banyak penemuan manusia, uang mungkin yang paling tersebar luas dan paling bermanfaat dari semuanya.

Perkembangan uang hampir seperti kisah sejarah manusia itu sendiri.

Selama berabad-abad, dalam waktu dan budaya yang berbeda, banyak hal telah berfungsi sebagai pengganti uang, termasuk tembakau, kulit kerang, batu, logam berharga dan tidak berharga, kulit, dan bahkan rokok.

Untuk legiuner Romawi, kita mungkin menggunakan ungkapan bahasa Inggris bahwa mereka "sepadan dengan garam", karena ini adalah salah satu cara mereka menerima gaji.

Tetapi karena sebagian besar orang meninggalkan pengganti ini, sekarang kita lebih suka memiliki uang kertas dan koin yang didukung pemerintah yang beredar, sistem yang tampaknya lebih dapat dipercaya.

Orang membeli dan membayar barang menggunakan uang karena mereka percaya pada nilainya dan mereka tahu dari mana asalnya - yaitu satu bank sentral yang terpercaya.

Selain itu, mata uang kertas dapat digunakan sebagai cara untuk menyimpan nilai dan unit pertukaran.

Mata uang kripto atau aset kripto?

Saat ini, di tengah meningkatnya popularitas mata uang kripto, pejabat dan publik di banyak negara mencoba mencari tahu bagaimana sebenarnya mata uang itu bekerja.

Beberapa ekonom juga mendiskusikan apakah kita seharusnya menyebutnya "mata uang" atau "aset".

Menguraikan kata cryptocurrency, "crypto" berarti "tersembunyi" atau "rahasia," mencerminkan teknologi aman yang digunakan untuk mencatat siapa yang memiliki aset, dan melakukan transaksi antar pengguna.

Bagian kedua dari kata, "currency," memberi tahu kita apa yang dimodelkan dengan cryptocurrency: semacam uang elektronik.

Bitcoin, Ripple, dan Litecoin adalah di antara mata uang kripto paling terkenal, tetapi berbeda dari uang yang kami bawa di saku.

Kebanyakan orang tidak menggunakan mata uang kripto untuk membayar, misalnya - tagihan, pajak, buku, bunga, atau kentang dan bawang.

Dan mata uang kripto ini hanya ada secara elektronik dan menggunakan sistem peer-to-peer, bukan fisik yang nyata.

Tidak ada bank sentral atau pemerintah yang dapat mengontrol mereka. Apakah itu terdengar berisiko?

Uang profil tinggi

Menurut Jon Danielsson, direktur Pusat Risiko Sistemik di Sekolah Ekonomi London, mata uang kripto diadakan untuk alasan spekulatif.

"Saya tidak yakin kebanyakan orang telah mengubah cara mereka memandang uang, jika Anda bertanya kepada ibu Anda," kata dia kepada Anadolu Agency, menggunakan patokan yang masuk akal.

"Mata uang kripto tentu saja adalah sesuatu yang baru, tetapi hanya sebagian kecil, minoritas kecil orang yang tahu apa itu."

Karena alasan ini, menurut dia, mereka tidak menimbulkan banyak ancaman bagi stabilitas keuangan, setidaknya untuk saat ini.

Bagi sebagian besar orang yang mendiskusikannya secara online, atau membeli atau menjual mata uang kripto, ini semua tentang spekulasi jangka pendek, tutur dia.

“Mereka melihat harga naik, dan mereka berharap harga terus naik dengan membahasnya di media dan berdiskusi di halaman blog dan YouTube,” sebut dia.

“Anda berharap dapat menciptakan sensasi yang akan mendorong orang untuk terus membelinya. Saya pikir itulah yang sebenarnya ada di balik sebagian besar visibilitas hari ini."

Ada tiga jenis orang yang tertarik dengan mata uang kripto, kata dia, dan yang terbesar dari kelompok ini adalah spekulan, seseorang yang telah melihat harga naik dan ingin menjadi bagian dari pesta dengan menikmati keuntungan dari kenaikan harga.

"Kelompok kedua adalah yang Anda sebut sebagai tekno libertarian, yaitu seseorang yang tidak mempercayai pemerintah atau bank sentral," ungkap dia.

Untuk kelompok itu, memiliki mata uang kripto pada dasarnya adalah misi politik, tegas dia.

Adapun kelompok terakhir, tambah dia, mereka mencari kemajuan teknologi, karena mereka melihat sistem keuangan tidak efisien, dan mereka berharap dengan menggunakan teknologi tinggi mereka dapat membuat hal-hal yang mahal atau sulit menjadi lebih baik.

Reaksi pemerintah

Ketika kita melihat negara bereaksi terhadap mata uang kripto, di banyak tempat alasan kekhawatiran pemerintah adalah karena mereka suka mengontrol sistem pembayaran.

Sistem pembayaran adalah cara Anda mengirim uang dari satu orang atau satu perusahaan ke pihak lain, atau cara Anda mengirim uang ke orang di negara Anda sendiri dan di luar negeri.

"Jadi apa yang ada di balik reaksi pemerintah terhadap uang kripto di banyak tempat adalah keinginan untuk menjaga aliran uang ini di bawah kendali pemerintah," menurut Danielsson.

"Anda pasti melihat ini di China, India, Inggris, Turki, dan Eropa - keinginannya selalu sama," tegas dia, seraya menambahkan bahwa pemerintah suka mengontrol sistem pembayaran, dan mereka tentu tidak ingin perusahaan swasta asing bermain peran ini.

Oleh karena itu, setiap bank sentral utama di dunia telah membentuk mata uang digital bank sentralnya sendiri, ujar dia.

"Seseorang harus menarik garis yang sangat ketat antara mata uang kripto swasta, seperti Bitcoin dan lainnya, dan mata uang digital milik pemerintah."

Mengutip contoh historis PayPal, dia berkata: "Dua puluh tahun yang lalu… PayPal tiba-tiba muncul, dan mengubah cara mengirim uang melintasi perbatasan, dan bank sentral pemerintah bereaksi terlambat terhadap PayPal, itu sudah dibuat sebelum mereka tahu sebelum ini adalah ancaman. "

Sebaliknya, Danielsson tidak melihat mata uang kripto sebagai ancaman bagi sebagian besar negara, karena hanya sejumlah kecil orang yang menggunakannya atau kemungkinan besar akan menggunakannya.

Dia menambahkan bahwa dirinya tidak melihat ancaman datang dari mata uang digital bank sentral.

Namun demikian, dia memperingatkan, jika mata uang kripto menemukan penggunaan ekonomi yang lebih luas, maka itu dapat menaburkan ketidakstabilan dan ketidaksetaraan finansial.

Orang yang skeptis juga telah mengajukan pertanyaan tentang perlindungan investor dan dampak lingkungan mata uang kripto.

"Saat Anda membuat bitcoin baru dan mata uang kripto lainnya, Anda menggunakan daya, listrik," jelas Danielsson.

“Beberapa perkiraan mengatakan bahwa jumlah listrik yang digunakan untuk membuat cryptocurrency hampir sama dengan yang digunakan Swiss sebagai sebuah negara."

Bitcoin dan mata uang kripto lainnya tampaknya pasti akan menarik perdebatan hebat di masa depan, dengan semakin banyak orang mencoba mencari tahu apakah mereka adalah bentuk uang yang lebih unggul dan melakukan investasi.

Tapi seperti halnya semuanya, yang penting adalah kepercayaan, yang berarti asumsi orang bahwa uang akan mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu.

Tetapi dalam kasus mata uang kripto, perubahan besar dalam nilainya, jika ada, sejauh ini menunjukkan sebaliknya.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın